Imigrasi Ngurah Rai Antisipasi WNA Overstay Dampak Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Sejumlah penumpang internasional mengakses layanan imigrasi di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (1/3/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Imigrasi Ngurah Rai Antisipasi WNA Overstay Dampak Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Whisnu Mardiansyah • 1 March 2026 15:37

Badung: Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mengambil langkah antisipatif menyusul gangguan penerbangan internasional akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Fokus utama imigrasi adalah mencegah dan menangani potensi pelanggaran izin tinggal atau overstay yang mungkin dialami warga negara asing (WNA) di Bali.

"Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif," kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, di Jimbaran, Kabupaten Badung seperti dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.

Menurut dia, potensi overstay muncul karena sejumlah WNA terdampak pembatalan penerbangan sehingga tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai jadwal yang telah ditentukan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya memberikan imbauan tegas kepada para WNA.

Bugie meminta para penumpang yang masa izin tinggalnya hampir berakhir atau sudah terlanjur habis akibat situasi darurat penerbangan untuk segera melapor. Pelaporan dapat dilakukan langsung ke Kantor Imigrasi atau mendatangi Pos Layanan Keimigrasian yang tersedia di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
 


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan internasional ini akan menjadi pertimbangan utama dalam proses penanganan.  Imigrasi memastikan setiap kasus akan ditangani secara profesional dan proporsional dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kepastian hukum dan pelayanan publik.

Tidak hanya bagi WNA, imigrasi juga memberikan imbauan kepada seluruh calon penumpang tujuan internasional, khususnya yang memiliki rute transit di Timur Tengah. Masyarakat diminta untuk secara berkala memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai masing-masing serta berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara.

"Prioritas utama kami, proses administrasi keimigrasian kepada penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur," ucap Bugie.


Ilustrasi--Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (MI/Arnoldus)

Untuk mengantisipasi lonjakan antrean di bandara, Imigrasi Ngurah Rai telah menambah jumlah personel yang bertugas dalam setiap durasi kerja (shift). Jika biasanya ada 25 orang per sif kini ditambah lima personel yang disiagakan di area kedatangan dan keberangkatan internasional.

Selain penambahan personel, Imigrasi Ngurah Rai juga terus berkoordinasi dengan otoritas bandara, maskapai penerbangan, dan instansi terkait. Koordinasi ini dilakukan untuk memantau pergerakan rute terkini serta mengaktifkan rencana kontingensi dalam penanganan penumpang terdampak.

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu penutupan wilayah udara sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran memang berdampak signifikan pada jadwal penerbangan internasional. Berdasarkan laporan pemantauan per 1 Maret 2026 pukul 01.00 WITA, terdapat lima penerbangan utama dari Bali yang terdampak, yakni Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)