Jelang Nyepi dan IdulFitri, Polda Bali Terjunkan 699 Personel dalam Operasi Cipkon Agung 2026

Personel Brimob Kepolisian Daerah Bali mengikuti apel gelar pasukan di Mapolda Bali, Denpasar, Minggu (1/3/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Bali

Jelang Nyepi dan IdulFitri, Polda Bali Terjunkan 699 Personel dalam Operasi Cipkon Agung 2026

Whisnu Mardiansyah • 2 March 2026 11:20

Denpasar: Polda Bali bersama jajaran Polres di seluruh wilayah menerjunkan ratusan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diwujudkan melalui Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2026.

Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Bali, Kombes Suwandi Prihantoro menyatakan operasi ini melibatkan ribuan personel yang tergabung dari berbagai fungsi kepolisian, mulai dari kriminal, siber, narkoba, hingga lalu lintas.

Secara keseluruhan, Operasi Cipkon Agung 2026 melibatkan 699 personel. Jumlah itu terdiri dari 155 personel Satuan Tugas (Satgas) Polda dan 544 personel dari Polres jajaran. Operasi akan berlangsung selama delapan hari, terhitung mulai 1 hingga 8 Maret 2026.

Suwandi mengatakan operasi ini menjadi langkah konkret Polri bersama instansi terkait untuk memastikan Bali tetap aman dan kondusif saat masyarakat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya.

"Tujuan utama Operasi Cipkon Agung 2026 adalah menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang perayaan Nyepi dan Idulfitri, sekaligus menekan angka kriminalitas serta berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Bali," kata Suwandi di Denpasar seperti dilansir Antara, Senin, 2 Maret 2026.
 


Ia menegaskan operasi ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan pengabdian Polri agar masyarakat dapat merayakan hari suci dengan rasa aman, tertib, dan nyaman. Rangkaian kegiatan operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum secara profesional.

Kegiatan tersebut meliputi deteksi dini dan deteksi aksi terhadap potensi gangguan kamtibmas, penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat, patroli serta pemeriksaan terbatas di lokasi rawan, hingga penindakan terhadap pelaku kriminalitas.

Menurut Suwandi, meningkatnya mobilitas masyarakat dan arus kendaraan menjelang hari raya berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan. Mulai dari kemacetan lalu lintas, krimlitas konvensional, konflik sosial, hingga potensi bencana alam.

"Pergerakan masyarakat akan meningkat tajam. Kita harus peka terhadap dinamika di lapangan, lakukan deteksi dini, dan jangan pernah meremehkan situasi apa pun," ungkapnya.


Kalender. Ilustrasi/Medcom

Selaku Wakil Kepala Operasi Daerah (Wakaopsda) Cipkon Agung 2026, Suwandi juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan profesional selama operasi berlangsung. Personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif serta menjunjung tinggi etika dalam bertugas.

"Hindari sikap arogan, kedepankan edukasi, dan lakukan tindakan tegas sesuai SOP apabila ditemukan pelanggaran," ujarnya.

Melalui operasi ini, Polda Bali ingin memastikan suasana toleransi dan kebersamaan di Pulau Dewata tetap terjaga. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Nyepi dan Idulfitri dalam ketengan, penuh makna, dan rasa persaudaraan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)