Ketua MPR Ahmad Muzani. Foto: Metrotvnews.com/Athiyya.
MPR: Presiden Salat Idulfitri di Aceh Sebagai Bentuk Solidaritas
Anggi Tondi Martaon, Athiyya Nurul Firjatillah • 21 March 2026 10:37
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di Aceh Tamiang. Hal itu dinilai sebagai bentuk perhatian dan solidaritas terhadap warga Sumatra yang terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir 2025.
"Perhatian Pemerintah pusat terhadap persoalan ini sejak awal luar biasa. Tekad Presiden (Prabowo) untuk kembali membangun Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh menjadi provinsi yang kembali seperti sediakala juga sudah dilakukan dengan baik," kata Ketua MPR Ahmad Muzani dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.
Politikus Partai Gerindra itu berharap persaudaraan, persatuan, dan hubungan yang selama ini telah terjalin dalam kehidupan berbangsa akan semakin kokoh pada Idulfitri kali ini. Masyarakat juga dapat merasakan kenikmatan atas persatuan tersebut.
"Yang kedua, kami berharap dan berdoa mudah-mudahan seluruh bangsa Indonesia dijauhkan dari malapetaka dan bahaya dan segala macam bencana lainnya, agar kita semua bisa membangun masa depan yang lebih baik," ungkap Muzani.

Presiden Prabowo Subianto menggelar halalbihalal bersama penyintas bencana usai salat Idulfitri 1447 H di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang. Foto: Youtube Setpres.
Muzani mengatakan masyarakat perlu terus mawas diri dan memperhatikan lingkungan, berbuat yang terbaik untuk saudara-saudara, sahabat-sahabat, dan semua orang, supaya menjadi orang berguna bagi kehidupan.
Sebelumnya, Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu pagi, 21 Maret 2026, untuk melaksanakan ibadah salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama warga penyintas bencana banjir di daerah itu.
Berdasarkan pantauan Antara di lokasi, Presiden Prabowo tiba pukul 7.20 WIB di Masjid Darussalam, yang berada di komplek hunian sementara penyintas bencana banjir di Desa Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Presiden Prabowo berada di masjid tersebut dengan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.