Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofi. Foto: Antara.
Menteri LH Ingatkan Pemda Potensi Kenaikan Sampah saat Libur Lebaran
Anggi Tondi Martaon • 17 March 2026 17:22
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengingatkan kepada pemerintah daerah (pemda) untuk bersiap menghadapi kenaikan timbulan sampah di wilayah masing-masing saat periode libur Lebaran 2026. Sebab, sekiat 143,91 juta orang diprediksi mudik pada hari raya tahun ini.
"Ada sekitar 143 juta pergeseran masyarakat dari kota-kota besar ke daerah-daerah. Artinya maka sampah yang timbul dalam satu harinya bisa dikalikan 0,5 kilogram," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofi, dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026.
Hanif menjelaskan timbulan sampah yang biasanya dihasilkan di wilayah seperti Jakarta akan bergeser ke daerah tujuan mudik yang memiliki fasilitas dan kemampuan pengolahan beragam di setiap wilayahnya.
"Kami sudah memerintahkan, meminta kepada wali kota dan bupati sebagai penanggung jawab utama sampah untuk segera menyikapi ini," ungkap Hanif.

Ilustrasi sampah. Foto: Medcom.id.
Hanif mengingatkan semua aturan terkait pengelolaan sampah sudah dimiliki. Dia meminta agar pemda mengikutinya sesuai dengan ketentuan.
Sebelumnya, Kemenhub memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Estimasi pergerakan masyarakat pada hari tersebut dapat mencapai 21,97 juta orang.
Secara nasional survei Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan memperlihatkan sebanyak 143,92 juta orang berencana melakukan perjalanan selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
"Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei," ucap Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.
Dari sisi moda transportasi Menhub Dudy menyampaikan mobil pribadi diprediksi masih menjadi pilihan utama dengan 76,24 juta pemudik, disusul sepeda motor dan bus.