Ilustrasi freepik
Jangan Asal Datang, Ini Adab dan Doa Saat Menjenguk Orang Sakit
Muhamad Marup • 9 April 2026 23:56
Jakarta: Menjenguk kerabat atau teman yang sedang sakit merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain memberikan dukungan moral, memanjatkan doa untuk kesembuhan pasien diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sehingga pasien dapat sembuh dari sakitnya.
Melansir laman NU Lampung, Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dalam kitab Irsyadul Ibad, mengutip hadits qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim sebagai berikut: Pada hari Kiamat Allah menegur seseorang, “Wahai anak Adam. Saat Aku sakit, kenapa kau tidak menjenguk-Ku?” Orang itu menjawab, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mendoakan-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian alam?”
Hadits qudsi ini menegaskan, bahwa Allah SWT berada disisi hambanya yang sakit dan menjanjikan pahala yang besar kepada siapa saja yang meluangkan waktu untuk menjenguk orang sakit. Lantas, bagaimana adab menjenguk orang sakit dan apa doanya? Mengutip laman Rumah Zakat, berikut penjelasannya!
Doa menjenguk orang sakit
Salah satu doa yang paling sering dibaca saat menjenguk orang sakit adalah doa memohon pembersihan dosa sekaligus kesembuhan total. Berikut bacaannya:Bacaan doa
“Allahumma rabban-nas, adzhibil ba’sa isyfi anta ash-syaafi laa syifaa’a illa syifaa’uka syifaa’an laa yughadiru saqaman”
Artinya:
"Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit."
Etika Saat Menjenguk
Selain membaca doa, para ulama juga menekankan pentingnya menjaga adab atau etika agar kehadiran penjenguk tidak membebani pasien. Berikut etika yang perlu diperhatikan:- Hindari datang di jam istirahat atau saat pasien sedang dalam penanganan medis intensif.
- Meminta izin masuk terlebih dahulu agar tidak mengganggu waktu istirahat.
- Sampaikan kata-kata yang membangun agar psikis pasien tetap kuat.
- Mendoakan kesembuhan dengan tulus dan khusyuk agar pasien merasa diperhatikan.
- Membawa sesuatu yang bermanfaat seperti buah atau makanan sehat.
- Menghindari menyentuh bagian tubuh yang sakit tanpa izin.
- Tidak berlama-lama jika kondisi pasien membutuhkan banyak istirahat.
(Surya Mahmuda)