Ilustrasi Pexels
Iran Pasang Tarif 'Tol Bitcoin' di Selat Hormuz, Simak Cara Kerjanya
Muhamad Marup • 12 April 2026 10:23
Jakarta: Pemerintah Iran mulai menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan penggunaan uang kripto, Bitcoin sebagai tarif tol untuk seluruh kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz. Langkah ini merupakan strategi Teheran untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi di tengah tekanan sanksi internasional.
Juru Bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, Hamid Hosseini, mengatakan, besaran tarif yang dikenakan adalah setara dengan 1 Dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp17.122 per barel minyak yang dibawa oleh kapal tersebut. Ia menyebut, penggunaan Bitcoin merupakan upaya untuk memanfaatkan sistem keuangan yang berada di luar kendali dan jangkauan pemerintah AS.
Mekanisme Pembayaran
Sejak Iran menetapkan kebijakan tersebut beberapa kapal telah mulai melewati selat tersebut sejak 8 April. Masih berdasarkan trmlabs.com, mekanisme atau sistem pembayaran Bitcoin di Selat Hormuz berlangsung sebagai berikut ini:- Operator kapal menghubungi perantara yang terkait dengan IRGC (perusahaan yang tidak disebutkan namanya) dan menyerahkan catatan kepemilikan kapal, pendaftaran bendera, manifes kargo, pelabuhan tujuan, daftar awak kapal, dan data pelacakan AIS.
- IRGC memeriksa kapal — memeriksa hubungan dengan AS atau Israel karena kapal dari negara musuh ditolak sepenuhnya.
- Iran menerapkan sistem peringkat kewarganegaraan lima tingkat — negara-negara diberi peringkat 1–5 berdasarkan "keramahan". Negara-negara yang lebih ramah menerima tarif tol lebih rendah.
- Pembayaran dinegosiasikan dengan rincian:
- Biaya kapal tanker minyak mulai dari sekitar USD 0,50–1 per barel minyak mentah (tarif bervariasi berdasarkan tingkat kewarganegaraan);
- Tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) yang terisi penuh (2 juta barel) membayar sekitar USD 2 juta
- Kapal kontainer dan jenis kapal lainnya dinegosiasikan secara individual.

Ilustrasi Pexels
- Pembayaran harus dalam yuan Tiongkok (melalui Bank Kunlun / CIPS) atau uang kripto seperti Bitcoin.
- Setelah pembayaran, kapal akan menerima kode akses siaran Very High Frequency (VHF) atau frekuensi radio dan pengawalan Angkatan Laut IRGC melalui koridor utara di sekitar Pulau Larak.