Bukan Relokasi, Pramono Beri IKJ Gedung Ekspresi di Kota Tua

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Bukan Relokasi, Pramono Beri IKJ Gedung Ekspresi di Kota Tua

Aris Setya • 9 April 2026 20:58

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memiliki rencana untuk merelokasi kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke kawasan Kota Tua. Meski akan menyiapkan fasilitas gedung khusus, keberadaannya bertujuan sebagai ruang ekspresi bagi para seniman, bukan sebagai pemindahan aktivitas akademik secara keseluruhan.

“Seniman tetap akan kami beri ruang seluas-luasnya di Kota Tua. Gedung untuk IKJ ada, tapi bukan berarti dipindahkan,” ujar Pramono usai acara Intimate Dialogue Kota Tua Update di Balai Kota Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
 


Pramono menjelaskan bahwa pemindahan kampus IKJ secara total justru berisiko mengganggu fokus pengembangan Kota Tua sebagai destinasi wisata sejarah. Ia menilai kawasan tersebut harus dikelola secara hati-hati karena memiliki nilai historis yang setipe dengan kawasan bersejarah di Eropa, khususnya Amsterdam di Belanda.

Selain aspek seni, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pengembangan kawasan berbasis transit (Transit Oriented Development/TOD) dalam skala besar. Namun, Pramono menekankan bahwa pembangunan infrastruktur penunjang transportasi tersebut harus dilakukan secara konsisten dan bertahap guna menjaga keberlanjutan kawasan.

Langkah ini diambil untuk memastikan integrasi transportasi umum memudahkan masyarakat menuju pusat kebudayaan tersebut. Pramono juga memberikan catatan penting mengenai segmentasi pengunjung agar kawasan Kota Tua tetap inklusif bagi semua kalangan.


Gedung Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.

Strategi pengembangan Kota Tua ke depan akan diarahkan untuk menjangkau segmen kelas menengah. Hal ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengguna transportasi publik, dapat menikmati keindahan cagar budaya tersebut tanpa merasa terbatasi.

“Kalau segmentasinya menengah, maka masyarakat yang naik KRL juga bisa menikmati Kota Tua dengan baik,” tegas Pramono.

Dengan kombinasi penyediaan ruang ekspresi seniman dan akses transportasi yang terintegrasi, Kota Tua diproyeksikan menjadi ruang hidup bagi aktivitas budaya sekaligus destinasi wisata unggulan yang terjangkau bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)