Strategi Pensiun Gen Z: Ubah Satu Cangkir Kopi Jadi Investasi Masa Depan

Founder & CEO, Lead Financial Trainer at QM Financial, Ligwina Hananto (tengah). Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.

Strategi Pensiun Gen Z: Ubah Satu Cangkir Kopi Jadi Investasi Masa Depan

Husen Miftahudin • 20 January 2026 17:23

Jakarta: Menyiapkan masa pensiun seringkali dianggap sebagai beban berat bagi generasi muda, khususnya Gen Z. Founder & CEO, Lead Financial Trainer at QM Financial, Ligwina Hananto, membagikan tips pensiun ala Gen-Z hanya dengan secangkir kopi.

Wina mengatakan, kendala utama setiap generasi baik Gen X maupun Gen Z dalam mempersiapkan pensiun adalah godaan gaya hidup. Untuk menyiasatinya, ia memberikan tips sederhana yakni dengan mengonversi biaya satu kali ngopi menjadi investasi rutin bernilai.

"Aku nggak minta kamu berhenti ngopi, aku cuma minta kamu korbanin satu kali aja, tidak pergi ngopi, satu angka itu yang kita investasikan," ujar Wina seusai menjadi pembicara Gerakan Pensiun Gak Susah, Bank DBS Indonesia, dikutip Selasa, 20 Januari 2026.

Wina mengatakan, setiap orang memiliki nominal harga kopi yang berbeda, mulai dari Rp20.000 hingga Rp100.000. Dengan mengalokasikan dana setara secangkir kopi selama 30 tahun, Gen Z dapat berinvestasi untuk dana pensiun di masa depan.
 
Baca juga: Asuransi Jadi Kunci Penting agar Rencana Pensiun Tak Terhenti


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Meluruskan tren pensiun dini


Terkait tren keinginan pensiun di usia muda 35 atau 45 tahun, Wina mengajak Gen Z untuk meninjau kembali definisi pensiun. Sebab, banyak orang salah kaprah dan ingin pensiun dini hanya karena tidak menyukai pekerjaannya.

"Definisi pensiun itu apa? Orang berpikir pensiun itu kita akan duduk-duduk di rumah nggak ngapa-ngapain. Padahal ternyata nggak kayak gitu loh. Jadi orang itu isunya lebih ke dia nggak suka sama pekerjaannya sehingga dia pengen quit," ujar dia.

Wina menjelaskan, pensiun yang ideal adalah ketika seseorang sudah mencapai financial freedom, kondisi tetap bisa hidup dari penghasilan aset, baik bekerja maupun tidak. Empat jenis aset yang menguntungkan tersebut diantaranya bisnis, properti, surat berharga dan keahlian intelektual.

"Aset yang bisa menghasilkan ada empat jenis yaitu bisnis, properti, surat berharga, dan keahlian intelektual. Ini ternyata harus diurus sepanjang hayat. Jadi kalau seseorang mau pensiun dini umur 35 atau 45, sesudah itu mau ngapain? Jadi tolong definisinya diluruskan, jangan berpikir pensiun itu tidak ngapa-ngapain," kata dia. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)