Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.
Banjir Jabodetabek, Istana Soroti Perubahan Tata Ruang dan Penyusutan Situ
Kautsar Widya Prabowo • 22 January 2026 19:20
Jakarta: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan persoalan banjir yang melanda DKI Jakarta dan wilayah sekitar tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca. Bencana hidrometeorologi tersebut juga dinilai disebabkan perubahan tata ruang.
“Faktor cuaca dengan tingginya curah hujan di bulan basah akhir Januari ini memang cukup tinggi. Tetapi kita menyadari bahwa ini tidak sekadar faktor cuaca,” ujar Prasetyo, di Kompleks Istana Keprsidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Januari 2026.
Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek. Selain itu, pendangkalan daerah aliran sungai (DAS) juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi banjir.
“Bagaimana perubahan tata ruang berpengaruh, kemudian pendangkalan daerah aliran sungai juga ikut memengaruhi,” jelas Prasetyo.
“Menurut data terakhir, saat ini kurang lebih hanya tersisa sekitar 200 situ. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” kata Prasetyo.

Salah satu jalan di DKI Jakarta terendam banjir. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.
Oleh karena itu, Prasetyo menyebut Presiden Prabowo Subianto meminta pembentukan tim lintas kementerian dan lembaga untuk segera bekerja cepat melakukan kajian menyeluruh. Tim tersebut akan melibatkan Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Dalam Negeri.
“Karena ini lintas provinsi, maka diminta untuk secepatnya mencari dan menganalisis agar ke depan persoalan ini bisa diselesaikan secara menyeluruh, baik dari hulu sampai ke hilir,” pungkas Prasetyo.