Ilustrasi Gunung Anak Krakatau. Foto: Antara.
Erupsi Anak Krakatau, BNPB Imbau Masyarakat Tak Panik Isu Tsunami
Gabriella Thesa Widiari • 5 September 2026 09:52
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menanggapi isu potensi tsunami, seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kewaspadaan masyarakat harus tetap berjalan dengan ketenangan agar situasi di lapangan tetap kondusif.
"Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terhadap isu tsunami, namun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.
Kedua, kesiapsiagaan harus ditingkatkan dengan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi, hingga logistik dasar siap digunakan sewaktu-waktu. Terakhir, masyarakat diminta mematuhi arahan petugas.
"Masyarakat tidak perlu mendekati kawasan gunungapi hanya untuk menyaksikan atau mendokumentasikan erupsi. Informasi yang belum terverifikasi, termasuk mengenai potensi tsunami, juga sebaiknya tidak disebarluaskan karena dapat menimbulkan kepanikan," kata Berton.
Dia mengatakan, BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga melakukan evaluasi secara berkala apabila terdapat perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi.
"Pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang perlu diketahui masyarakat," kata Berton.
Fenomena Lava Fountain
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Sabtu, 5 September 2026 hingga pukul 06.00 WIB, erupsi masih berlangsung dan secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari. Dalam pemantauan visual, gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sementara asap kawah tidak teramati.Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi yang tercatat dalam laporan selama 21.600 detik. Kondisi cuaca di sekitar gunungapi berawan hingga mendung, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga). PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.