Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Dok. Istimewa.
Pramono Imbau Warga Jakarta Lakukan 5M Cegah Abu Anak Krakatau
Fachri Audhia Hafiez • 6 September 2026 11:42
Jakarta: Warga Jakarta diimbau menerapkan langkah preventif 5M. Hal ini guna melindungi diri dari potensi bahaya paparan abu vulkanik menyusul sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai mencapai wilayah Ibu Kota.
"Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangan melalui video, Minggu, 6 September 2026.
Pramono memerinci, pertama memakai masker atau perlindungan diri terutama saat berada di luar ruangan. Kedua, menutup pintu, jendela, serta sumber air, agar tidak terkontaminasi dengan abu vulkanik
Ketiga, membatasi aktivitas di luar ruangan khususnya jika paparan abu cukup pekat. Keempat membersihkan endapan abu dengan membasahi terlebih dahulu agar partikelnya tidak kembali beterbangan. Kelima, mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan maupun penglihatan.
Saat ini status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Pemprov DKI Jakarta dipastikan terus menjalin koordinasi intensif bersama BMKG dan instansi terkait guna memantau arah pergerakan angin dan sebaran abu.
.jpeg)
Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Foto: ANTARA/Handout.
"Pemerintah Jakarta terus-menerus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dengan BMKG, dengan instasi terkait. Seperti diketahui, saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level 3 atau siaga. Saat ini, abu gunung vulkanik atau abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk diantaranya di Jakarta," ujar Pramono.
Pramono juga meminta seluruh warga Jakarta agar tidak panik dan menyaring informasi yang beredar. Publik diimbau hanya mengacu pada kanal informasi resmi pemerintah, BMKG, Badan Geologi, maupun BPBD guna menghindari hoaks.
"Dalam kesempatan yang seperti ini, kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah, pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik. Tetap waspada, lindungi diri dan keluarga, mari bersama-sama jaga Jakarta," tegas Pramono.