BNPB Terapkan Suntik Gambut Atasi Karhutla di Kalbar

Kepala BNPB Suharyanto memantau penanganan karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Foto: Antara.

BNPB Terapkan Suntik Gambut Atasi Karhutla di Kalbar

Anggi Tondi Martaon • 5 September 2026 19:51

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan metode suntik gambut untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga ke bawah permukaan tanah. Metode itu diterapkan di Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

"Metode tersebut menjadi salah satu strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan karena karakteristik gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan meski kobaran di atas tanah telah padam," kata Kepala BNPB Suharyanto dikutip dari Antara, Sabtu, 5 September 2026.

Suharyanto mengatakan, pemadaman karhutla di Kalimantan Barat terus dilakukan melalui kombinasi operasi darat, operasi udara, dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Ia bersama Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Novi Rubadi Sugito memantau langsung pemadaman kebakaran di Desa Rasau Jaya Tiga yang telah berlangsung selama enam hari.

"Kita sedang melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Saya mengecek operasi darat yang dipimpin langsung Pak Gubernur dan Pak Pangdam untuk memadamkan di wilayah Kubu Raya, tepatnya di Desa Rasau Jaya Tiga," ungkap Suharyanto.

Ia mengatakan kebakaran di lokasi tersebut mencapai sekitar tujuh hektare, namun proses pemadaman berjalan lambat karena berada di kawasan gambut. Dalam enam hari, sekitar enam hektare lahan berhasil ditangani.

Karakteristik gambut membuat air tidak cukup hanya disiramkan ke permukaan, tetapi harus masuk hingga lapisan tanah tempat bara api masih dapat bertahan dan memicu kembali munculnya asap.

"Salah satu tekniknya adalah suntik gambut. Pipa panjang ujungnya tajam, di ujung dikasih pompa agar air langsung masuk ke dalam," sebut Suharyanto.

Suharyanto mengatakan teknik tersebut memungkinkan air disuntikkan langsung ke lapisan gambut. Sehingga tanah menjadi basah secara menyeluruh dan bara api di bawah permukaan dapat benar-benar dipadamkan.

Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Kemenhut.

Ia menegaskan tantangan utama penanganan karhutla di Kalimantan Barat memastikan api tidak kembali muncul dari dalam gambut, terutama karena asap masih dapat keluar meskipun api di permukaan telah berhasil dikendalikan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan dari sekitar 38.000 hektare lahan terdampak karhutla, kini sekitar 200 hektare masih dalam penanganan. Hasilnya, jumlah titik api turun dari sekitar 2.000 menjadi lebih dari 100 titik.

Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Dinas Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan, Masyarakat Peduli Api serta berbagai unsur lainnya.

Pemerintah berharap, metode suntik gambut dan operasi terpadu dapat memastikan api serta bara di bawah permukaan benar-benar padam sehingga risiko munculnya kembali kebakaran dan bahaya asap terhadap masyarakat dapat ditekan.

(Anggi Tondi)