Gedung DPR/MPR. Foto: MPR
Sejarah Gedung Nusantara, Tempat Pidato Kenegaraan Presiden
Arga Sumantri • 14 August 2026 08:56
Jakarta: Gedung DPR/MPR yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta menjadi salah satu bangunan bersejarah di Ibu Kota. Gedung ini memiliki kubah berwarna hijau dan menjadi salah satu bangunan yang jadi 'saksi bisu' sejarah Indonesia.
Kubah warna hijau gedung ini kerap diasosiasikan dengan tempurung kura-kura. Makanya, tak heran sering disebut sebagai 'Gedung Kura-Kura'.
Setiap tahunnya, gedung ini jadi tempat Kepala Negara menyampaikan pidato dalam sidang tahunan kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.
Pada momen HUT ke-81 RI, Presiden Prabowo Subianto akan kembali menyampaikan pidato kenegaraan di 'Gedung Kura-Kura'. Lantas bagaimana sejarah pembangunan gedung ini? Berikut penjeleasannya.
Sejarah Pembangunan Kompleks Parlemen
Melansir laman resmi MPR/DPR, gedung dalam area Kompleks Parlemen ini didirikan pada 8 Maret 1965 melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 48/1965. Berawal dari gagasan Presiden Pertama Ir. Soekarno untuk menyelenggarakan Conference of the New Emerging Forces (Conefo)Arsitektur gedung merupakan hasil rancangan karya Soejoedi Wirjoatmodjo, yang ditetapkan dan disahkan Presiden Soekarno pada 22 Februari 1965.
Pembangunan sempat terhambat karena adanya peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI) dan dilanjutkan kembali berdasarkan Surat Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 79/U/Kep/11/1966 pada 9 November 1966 yang peruntukannya diubah menjadi Gedung MPR/DPR RI.
.jpeg)
Gedung Nusantara. Foto: Dok MPR/DPR
Diberi Nama Gedung Nusantara
Komplek MPR/DPR/DPD RI terdiri dari beberapa Gedung, yaitu Gedung Nusantara yang merupakan gedung utama dalam komplek MPR/DPR/DPD yang berbentuk kubah dengan bentuk setengah lingkaran yang melambangkan kepakan sayap burung yang akan lepas landas.Kemudian, dalam area kompleks juga terdapat Gedung Nusantara I setinggi 100 meter dengan 24 lantai, Gedung Nusantara II, Gedung Nusantara III, Gedung Nusantara IV, Gedung Nusantara V, Gedung Bharana Graha, Gedung Sekretariat Jenderal MPR/DPR/DPD, Gedung Mekanik, dan Masjid Baiturrahman.
Di areal komplek Gedung MPR/DPR, terdapat kolam air mancur dengan patung Elemen Estetik dan diapit oleh tiang bendera berjumlah 35 buah dan gedung dengan tulisan besar Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ada titik pandang utama tangga yang besar dan tinggi masuk Gedung Nusantara.
Wujud Patung Elemen pada dasarnya berupa tiga bulatan yang saling berhubungan dan berkesinambungan. Patung Elemen Estetik ini adalah karya Drs But Mochtar dari Departemen Seni Rupa Institut Teknologi Bandung.
Teknik pembuatan Patung Elemen Estetik adalah dibuat dari konstruksi rangka besi dengan lapisan sheet tembaga ditanamkan pada pondasi beton. Pembuatan Patung Elemen Estetik selesai pada tahun 1977.