Jared Kushner Bertemu Pimpinan Hamas di Mesir, Bahas Rencana Perdamaian Gaza

Jared Kushner berada di Mesir dalam mendiskusikan rencana perdamaian Gaza . (Egyptian Presidency / Handout)

Jared Kushner Bertemu Pimpinan Hamas di Mesir, Bahas Rencana Perdamaian Gaza

Willy Haryono • 17 August 2026 07:28

Kairo: Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus negosiator urusan Timur Tengah, bertemu dengan pimpinan Hamas di Mesir pada Minggu, 16 Agustus 2026, untuk membahas rencana perdamaian Gaza yang didukung AS.

Menurut sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, pembicaraan dengan pimpinan Hamas Khalil al-Hayya bertujuan menerjemahkan rencana yang dinegosiasikan Board of Peace (BoP) menjadi langkah-langkah konkret dan dapat diverifikasi.

Dikutip dari CBS News, Senin, 17 Agustus 2026, agenda pertemuan mencakup mempertahankan gencatan senjata, memulai pengalihan seluruh tanggung jawab pemerintahan kepada National Committee for the Administration of Gaza, memastikan Hamas tidak memiliki peran pemerintahan di Gaza, memfasilitasi penarikan pasukan Israel, serta mengerahkan pasukan stabilisasi internasional.

Pertemuan tersebut juga dikonfirmasi kepada Associated Press oleh seorang pejabat regional dan pejabat Hamas yang berbicara secara anonim.

Bulan lalu, Trump mengatakan Board of Peace telah mencapai kesepakatan “pelucutan senjata total” Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu menolak rencana tersebut dan mengatakan tidak akan ada penarikan pasukan hingga Hamas benar-benar dilucuti.

Sebelum bertemu Hamas, Kushner bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pada Minggu untuk membahas implementasi kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Board of Peace dan ISF

Kushner dijadwalkan melakukan perjalanan ke Israel pada Senin ini dan diperkirakan bertemu Netanyahu.

Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, tidak boleh ada ambiguitas untuk melanjutkan rencana. Hamas harus menyerahkan kewenangan pemerintahan serta seluruh senjata dan infrastruktur militernya, sementara Gaza tidak boleh lagi menjadi sumber teror bagi Israel.

Menjelang pertemuan Kushner dengan Netanyahu, sejumlah negara kawasan, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mengeluarkan pernyataan yang mengecam penolakan Israel terhadap peta jalan tersebut.

Yordania, Pakistan, dan negara-negara mediator gencatan senjata juga turut menandatangani pernyataan tersebut.

Para menteri luar negeri negara-negara tersebut mendesak Board of Peace dan AS mengambil langkah “segera dan konkret” untuk mencegah pihak mana pun menghambat implementasi rencana tersebut.

Dalam rencana 15 poin yang didukung AS, pasukan Israel akan menarik diri dari sejumlah wilayah Gaza setelah proses pelucutan senjata selesai. Keamanan wilayah tersebut akan melibatkan International Stabilization Force (ISF) dan kepolisian Palestina yang baru.

Konflik Israel-Hamas pecah setelah serangan Hamas ke Israel Selatan pada 7 Oktober 2023. Sejak kesepakatan gencatan senjata saat ini berlaku pada Oktober 2025, Israel masih melancarkan serangan ke Gaza yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, menurut Kementerian Kesehatan Palestina yang dikelola Hamas.

Baca juga:  Hamas Minta Board of Peace Paksa Israel Terima Rencana Perdamaian Gaza

(Willy Haryono)