Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali Pagi Ini

Gunung Semeru yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Minggu (14/6/2025). ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali Pagi Ini

Whisnu Mardiansyah • 16 June 2026 12:32

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi sebanyak tujuh kali pada Selasa, 16 Juni 2026. Letusan terjadi mulai pukul 00.45 WIB hingga 11.00 WIB dengan ketinggian kolom abu bervariasi antara 400 meter hingga 1.000 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.45 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat daya.

"Erupsi dengan letusan tertinggi terjadi pada erupsi ketiga pukul 05.21 WIB dan erupsi ketujuh pukul 10.59 WIB. Keduanya mencapai tinggi letusan 1.000 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, seperti dilansir Antara, Selasa, 16 Juni 2026.

Erupsi pada pukul 05.21 WIB terpantau dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

"Pada pukul 10.59 WIB, erupsi terjadi dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 153 detik," tuturnya.
 



Mukdas menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena area tersebut berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.


Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Kamis (11/6/2026). ANTARA/HO-PVMBG


Ia meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Mukdas.

(Whisnu M)