Hukum Menggabungkan Puasa Qada Ramadan dengan Sunah Tasua dan Asyura

Foto: Nurul Sakinah Ridwan/Pexels

Hukum Menggabungkan Puasa Qada Ramadan dengan Sunah Tasua dan Asyura

Riza Aslam Khaeron • 13 June 2026 11:18

Jakarta: Qada puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang meninggalkan puasa wajib pada bulan Ramadan karena alasan yang dibenarkan syariat. Kewajiban ini berlaku bagi mereka yang tidak berpuasa karena sakit, dalam perjalanan jauh (safar), haid, nifas, maupun sebab lain yang diperbolehkan agama.

Tak jarang sebagian umat Muslim masih memiliki tanggungan qada puasa Ramadan saat Muharam tiba. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai hukum menggabungkan niat puasa qada Ramadan dengan puasa sunah Tasua dan Asyura.

Lantas, apakah boleh menggabungkan puasa qada Ramadan dengan puasa sunah Tasua dan Asyura? Mengutip laman NU Online Jombang, berikut penjelasannya!
 

Hukum Menggabungkan Puasa Qada Ramadan dengan Tasua dan Asyura

Imam Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan puasa qada Ramadan dapat digabung dengan puasa Tasua atau puasa sunah lainnya dan bisa mendapatkan pahala semua jika keduanya diniati.

Sedangkan menurut Imam Ramli, sekalipun niatnya hanya qada Ramadan dan jika dilakukan pada hari Tasua dan Asyura, maka puasa Tasua juga didapatkan secara otomatis. Sayyid Abdurrahman dalam Kitab Bughyah al-Mustarsyidin menyebutkan:



Artinya: "Imam Al Kurdi : Melihat hadits wa atba’ahu sittan min syawwal dan hadits lainnya, dapat dipahami bahwa puasa sunnah 6 hari pada bulan Syawal belum cukup bila disertai dengan niat qadha Ramadhan. Akan tetapi Imam Ibnu Hajar Al Haitami menegaskan bahwa pahala puasa bulan Syawal juga didapatkan ketika juga diniati bersamaan qadha puasa Ramadhan. Namun Menurut Imam Romli pahala puasa sunnah sudah didapatkan bersamaan dengan puasa wajib, sekalipun tidak niat puasa sunnah (hanya niat puasa qadha Ramadhan). Dengan syarat tidak ada hal memalingkannya, seperti niat qadha Ramadhan pada bulan Syawal dan menyengaja qadha enam hari dari bulan Dzulqa’dah". (hlm. 113–114).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa qada puasa Ramadan dapat digabungkan dengan puasa sunah lainnya seperti puasa sunah Tasua dan Asyura. Namun, mengenai pahalanya, Imam Ibnu Hajar mensyaratkan harus diniati keduanya.
 

Jadwal Pelaksanaan Puasa Tasua dan Asyura


Ilustrasi: Pexels.

Bagi umat Muslim yang ingin mengqada puasa Ramadan bertepatan dengan puasa sunah Tasua dan Asyura, berikut jadwal puasa yang perlu diperhatikan:
  • Puasa Tasua (9 Muharam): Rabu, 24 Juni 2026.
  • Puasa Asyura (10 Muharam): Kamis, 25 Juni 2026.
     

Niat Qada Puasa Ramadan

Bagi Anda yang ingin berpuasa pada tanggal 9 (Tasua) atau 10 (Asyura) Muharam, sekaligus membayar utang puasa Ramadan, niat yang dianjurkan untuk dibaca adalah niat puasa qada Ramadan. Berikut bacaannya:



Bacaan Latin: “Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhai fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala”.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.
 
Baca Juga:
Niat Puasa Tasua dan Asyura 2026 Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
 

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Bagi Anda yang secara khusus ingin melaksanakan puasa sunah Tasua dan Asyura tanpa mengqada dengan Ramadan, berikut ini adalah niat yang dapat dibaca:

1. Niat Puasa Tasua (9 Muharam)



Bacaan Latin: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnatit-Tasua lillahi ta'ala.”

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”
 

2. Niat Puasa Asyura (10 Muharam)


Bacaan Latin: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnatil-asyura lillahi ta'ala.”

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt”

Namun, jika niatnya dilakukan pada siang hari sebelum tergelincirnya matahari (sebelum masuk waktu zuhur), maka lafalnya adalah sebagai berikut:



Bacaan Latin: “Nawaitu shauma hadzal-yaumi ‘an adai sunnatit-Tasua awil-asyura lillahi ta'ala.”

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”

Itu dia informasi seputar hukum mengqada puasa Ramadan bersamaan dengan puasa sunnah Tasua dan Asyura. Dengan menjalankan ibadah puasa ini, diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.

(Surya Mahmuda)

(Gabriella Thesa Widiari)