Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Dibuka Naik ke Zona Hijau di Level 6.297
Eko Nordiansyah • 23 September 2026 09:20
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 23 September 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.297,955.
IHSG dibuka menguat 20,91 poin atau 0,33 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,56 poin atau 0,25 persen ke posisi 627,17.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.15 WIB, IHSG menguat sebanyak 2,736 poin setara 0,04 persen ke level 6.279,780. IHSG berada di level tertinggi 6.321 dan terendah di 6.276.
Sebanyak 278 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 243 saham emiten lainnya melemah, dan 188 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,169 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 3,219 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.994,754 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka ke Rp17.836 per USD

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
IHSG berpotensi menguat tipis
Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, diperdagangan kemarin, 22 September 2026, indeks utama bursa Wall Street bergerak bervariasi (mixed) pada perdagangan kemarin, di mana Nasdaq menguat 0,4 persen, S&P 500 turun 0,06 persen, sementara Dow Jones melemah 0,36 persen.Pergerakan pasar AS dibayangi oleh meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kendati tekanan tertahan oleh aksi pemulihan (rebound) pada saham-saham sektor teknologi.
Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya tertekan cukup dalam sebesar 1,69 persen, dengan sektor energi, industrial, dan properti menjadi penekan utama pergerakan indeks.
Pelaku pasar hari ini fokus mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, di mana konsensus memproyeksikan BI-Rate akan dipertahankan pada level 5,75 persen.
“Secara teknikal, IHSG hari ini berpotensi mengalami penguatan tipis (technical rebound) setelah menyentuh area support kuat di level 6.270, meskipun laju pergerakannya masih dibayangi oleh risiko sentimen suku bunga,” kata Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Azharys Hardian dalam risetnya.