Rupiah Dibuka ke Rp17.836 per USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Dibuka ke Rp17.836 per USD

Eko Nordiansyah • 23 September 2026 09:13

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami penguatan. Rupiah menguat meski dolar AS masih mempertahankan penguatan usai kenaikan suku bunga The Fed.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 23 September 2026, rupih berada di level Rp17.836 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 48 poin atau setara 0,27 persen dari Rp17.884 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.878 per USD. Rupiah bergerak melemah dari Rp17.808 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah diproyeksi melemah di rentang Rp17.880-Rp17.930 per USD.

Ibrahim menyebut pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh kabar Presiden AS Donald Trump yang menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang dijadwalkan hadir di New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB.

Investor juga mencermati rencana pertemuan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada akhir pekan ini. Tiongkok merupakan importir minyak terbesar di dunia, sehingga prospek ekonomi dan hubungan perdagangannya menjadi faktor penting bagi permintaan minyak mentah.

"Para pelaku pasar saat ini mengantisipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed dan telah memperhitungkan kemungkinan besar akan adanya kenaikan lagi pada Oktober. Proyeksi suku bunga terbaru juga mengindikasikan setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini," katanya.

Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran terus melancarkan serangan terhadap target-target di Arab Saudi, sementara Arab Saudi menghadapi kendala pada sejumlah jalur ekspor. Inggris telah menyepakati pemberian dukungan militer terbatas kepada Arab Saudi.

(Eko Nordiansyah)