Dokumen penyaluran bantuan air bersih oleh Pemkab Bangkalan ke desa terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026 ini. (ANTARA/ HO-BPBD Bangkalan)
Bangkalan Perpanjang Status Darurat Kekeringan hingga November 2026
Silvana Febiari • 25 September 2026 14:44
Bangkalan: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, memperpanjang status darurat kekeringan. Status tersebut yang semula berakhir pada 30 September diperpanjang hingga akhir November 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja mengatakan, perpanjangan status darurat kekeringan berdasarkan pemberitahuan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Dalam pemberitahuan itu menyebutkan bahwa, kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Madura, masih akan berlangsung hingga November 2026, sehingga kekeringan di wilayah terdampak tetap akan berlangsung," kata Arif, dilansir dari Antara, Jumat, 25 September 2026.
Baca Juga :
BPBD Pemkab Bangkalan langsung memperpanjang status darurat kekeringan sambil mempersiapkan bantuan lanjutan ke desa-desa terdampak kekeringan di Kabupaten Bangkalan.
Pada musim kemarau kali ini, BPBD Pemkab Bangkalan menyediakan bantuan air bersih sebanyak 300.000 liter. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu warga terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih.
"Bantuan ini sudah kami salurkan, dan per hari ini sudah habis. Oleh karena itu, kami mengajukan kembali bantuan ke Pemprov Jatim untuk membantu warga yang kesulitan air bersih," ujarnya.

Dokumen penyaluran bantuan air bersih di desa rawan kekeringan pada 2025 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. ANTARA/HO-Pemkab Bangkalan
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja menjelaskan, jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih juga bertambah.
"Sebelumnya jumlah desa terdampak kekeringan di Bangkalan ini sebanyak 34, dan kini menjadi 44. Ada tambahan 10 desa terdampak kekeringan," ucapnya.
Ia menjelaskan ke-44 desa itu tersebar di 10 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Blega, Arosbaya, Sepulu, Kokop, Tanah Merah, Konang, Galis, Geger, Kwanyar, dan Kecamatan Klampis.