Simulasi TKA SD 2026, Waktu dan Manfaatnya bagi Siswa

Ilustrasi Medcom.id

Simulasi TKA SD 2026, Waktu dan Manfaatnya bagi Siswa

Muhamad Marup • 4 March 2026 11:07

Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menjadwalkan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2026. Simulasi menjadi bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan TKA utama pada April mendatang.

Meski tidak memengaruhi kelulusan, simulasi ini penting untuk siap menghadapi format ujian dan teknologi yang digunakan saat asesmen digelar. Jadwal lengkap dan tujuan simulasi perlu diketahui oleh siswa, orang tua, dan sekolah agar persiapan dapat dilakukan secara efektif. 

Jadwal Simulasi TKA SD 2026

Simulasi TKA SD dijadwalkan berlangsung 2–8 Maret 2026. Pada periode tersebut, siswa kelas 6 SD atau sederajat dapat mencoba soal dan sistem ujian berbasis komputer secara langsung melalui tautan resmi yang disediakan pemerintah. Setelah simulasi, tahap persiapan terakhir berupa gladi bersih direncanakan 9–17 Maret 2026 untuk memastikan kesiapan teknis sebelum ujian utama.

Pelaksanaan TKA utama untuk SD berlangsung 20–30 April 2026, sedangkan jadwal susulan direncanakan 11–19 Mei 2026. Hasil asesmen akan diproses sebelum diumumkan akhir Mei mendatang. 

Simulasi dapat diakses secara gratis melalui laman resmi Pusmendik Kemendikdasmen. Siswa atau sekolah dapat memilih jenjang serta mata pelajaran yang akan dicoba melalui antarmuka sistem.

Simulasi ini juga menyediakan contoh soal dan tata cara pengerjaan untuk membantu pemahaman sebelum menghadapi TKA utama. 


Ilustrasi. Pexels

Tujuan dan Manfaat Simulasi

Simulasi TKA dirancang bukan sebagai penilaian akademik, melainkan sebagai alat pembiasaan teknis dan psikologis. Tujuan utamanya adalah mengenalkan siswa dengan format soal, perangkat komputer, serta alur pengerjaan yang akan dihadapi pada ujian sesungguhnya. Hal ini membantu meminimalkan kendala teknis saat pelaksanaan TKA utama, terutama karena ujian dilakukan berbasis komputer. 

Selain itu, simulasi juga menjadi evaluasi untuk sekolah dalam menyiapkan infrastruktur dan jaringan internet. Sekolah diharapkan memastikan perangkat yang digunakan dapat mendukung pelaksanaan asesmen secara lancar. Dengan demikian, saat hari pelaksanaan utama tiba, siswa dapat fokus pada kemampuan akademiknya tanpa terganggu masalah teknis.

Penting dipahami bahwa TKA bukan pengganti ujian nasional atau syarat kelulusan. Pemerintah menegaskan bahwa asesmen ini digunakan untuk pemetaan mutu pendidikan nasional sehingga dapat digunakan sebagai bahan perbaikan pembelajaran di sekolah. Hal ini berarti hasil TKA memberikan gambaran capaian kompetensi siswa secara luas.

Simulasi TKA SD 2026 merupakan langkah awal yang strategis dalam rangkaian asesmen nasional. Dengan jadwal yang telah ditetapkan, siswa dan sekolah dapat memanfaatkan masa simulasi untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ujian utama.

Memahami tujuan dan manfaat simulasi membantu semua pihak menyikapi asesmen ini dengan lebih tenang dan terencana. Simulasi bukan sekadar latihan, tetapi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)