Industri manufaktur di Indonesia. Istimewa
Generasi Muda Didorong Masuk ke Sektor Produksi Riil untuk Perkuat Ekonomi
Whisnu Mardiansyah • 2 March 2026 22:46
Jakarta: Transformasi struktur ekonomi Indonesia dinilai membutuhkan keterlibatan lebih besar dari pelaku industri, khususnya generasi muda pengusaha yang memiliki visi strategis dalam mengintegrasikan teknologi dengan sektor produktif riil. Hal ini mengemuka dari pengusaha muda di bidang manufaktur, Eisenhower Rockefeller.
Eisenhower menyebut Indonesia sedang berada dalam momentum penting untuk memperkuat industrial deepening atau pendalaman industri sekaligus memperbaiki struktur daya saing manufaktur nasional.
"Kita berbicara tentang peningkatan nilai tambah, efisiensi energi, dan penguatan rantai pasok domestik. Namun semua itu harus berbasis pada realitas operasional di lapangan," ujar Eisenhower di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Eisenhower, kebijakan industri yang efektif harus memahami tantangan konkret yang dihadapi pelaku usaha. Tantangan tersebut meliputi belanja modal atau capital expenditure, tekanan margin atau margin pressure, volatilitas bahan baku, serta beban logistik yang secara langsung memengaruhi daya saing.
Ia menilai generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam penguasaan teknologi, data, dan sistem. Namun, mereka perlu didorong untuk masuk ke sektor produksi riil agar dapat memberikan dampak struktural terhadap ekonomi.
"Jika kita ingin naik kelas dalam global value chain, maka industrialisasi harus didorong secara sistematis dan berbasis data. Generasi muda harus menjadi bagian dari arsitektur tersebut," jelas Eisenhower.
Eisenhower juga menekankan pentingnya integrasi antara kebijakan publik dan perspektif pelaku usaha. Menurutnya, sinergi ini diperlukan agar arah pembangunan industri lebih presisi dan implementatif. Ia menegaskan masa depan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam memperkuat sektor manufaktur berbasis teknologi dan hilirisasi strategis.