Seorang Anggota Garda Nasional AS Tewas di Kuwait, Penyebab Masih Diselidiki

Tercatat ada delapan tentara AS yang tewas hingga 8 Maret 2026 sejak konflik Iran melawan AS-Israel meletus pada 28 Februari 2026. (Anadolu Agency)

Seorang Anggota Garda Nasional AS Tewas di Kuwait, Penyebab Masih Diselidiki

Willy Haryono • 9 March 2026 09:15

Kuwait City: Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi pada Minggu, 8 Maret, bahwa seorang anggota Garda Nasional Amerika Serikat meninggal dunia di Kuwait.

Dikutip dari Yeni Safak, Senin, 9 Maret 2026, kematian tersebut menambah jumlah total personel militer AS yang tewas menjadi delapan orang sejak konflik dengan Iran dimulai pada akhir Februari.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform X, CENTCOM menyebut prajurit tersebut meninggal pada tanggal 6 Maret setelah mengalami insiden terkait kesehatan.

Penyebab pasti kematian masih dalam proses peninjauan medis.

CENTCOM memberikan informasi yang sangat terbatas mengenai insiden tersebut. Pihak komando hanya menyatakan bahwa kematian terjadi setelah keadaan darurat medis.

Pertanyaan lebih lanjut mengenai identitas dan penugasan prajurit tersebut diarahkan kepada Biro Garda Nasional Amerika Serikat. Hingga saat ini belum ada rincian tambahan mengenai identitas personel maupun kondisi medis yang menyebabkan kematiannya.

Operasi Gabungan AS-Israel Melawan Iran

Kematian ini menambah daftar kerugian personel militer Amerika Serikat sejak operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.

Sejauh ini, konflik tersebut telah menewaskan delapan anggota layanan AS dan melukai sejumlah personel lainnya dalam berbagai operasi di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, konflik juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar di Iran. Laporan terakhir menyebut lebih dari 1.200 warga Iran tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior.

Amerika Serikat masih menempatkan pasukannya di berbagai titik strategis di Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Personel militer AS saat ini disiagakan di sejumlah negara Teluk, termasuk Kuwait yang menjadi salah satu pusat infrastruktur militer utama Amerika Serikat di kawasan. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Kuwait Cegat Tiga Rudal dan Dua Drone yang Diduga Meluncur dari Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)