Kuwait Cegat Tiga Rudal dan Dua Drone yang Diduga Meluncur dari Iran

Kuwait mencegat tiga rudal balistik dan menghancurkan dua drone setelah serangan udara melanggar wilayahnya di tengah konflik Timur Tengah. (Anadolu Agency)

Kuwait Cegat Tiga Rudal dan Dua Drone yang Diduga Meluncur dari Iran

Willy Haryono • 9 March 2026 08:59

Kuwait City: Pemerintah Kuwait mengonfirmasi pada Minggu, 8 Maret, bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil mencegat tiga dari tujuh rudal balistik yang terdeteksi setelah sejumlah target udara "musuh" melanggar ruang udara Kuwait.

Kuwait tidak menyebutkan dari arah mana drone dan rudal berasal, namun diduga kuat datang dari arah Iran.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan mengatakan empat rudal lainnya terpantau berada di luar jangkauan ancaman sehingga tidak dilakukan tindakan intersepsi.

“Karena tidak membahayakan wilayah negara, rudal tersebut tidak dicegat,” kata Al-Atwan dalam pernyataan resmi.

Drone Hantam Bandara

Selain ancaman rudal, militer Kuwait juga mendeteksi lima pesawat tanpa awak atau drone yang memasuki wilayah udara negara tersebut.

Sistem pertahanan udara berhasil menghancurkan dua drone, sementara tiga lainnya tidak berhasil dicegat. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material di sejumlah lokasi strategis.

Dua drone dilaporkan menghantam perimeter Bandara Internasional Kuwait dan memicu ledakan pada tangki bahan bakar. Sementara satu drone lainnya menghantam gedung Lembaga Publik Jaminan Sosial dan merusak struktur bangunan.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengatakan suara ledakan keras yang terdengar di berbagai wilayah negara tersebut berasal dari aktivitas sistem pertahanan udara yang sedang bekerja melumpuhkan target-target udara.

Hingga kini otoritas militer Kuwait terus meningkatkan kewaspadaan di seluruh wilayah perbatasan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Teluk usai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu serangan balasan oleh Teheran ke sejumlah negara Teluk tempat berdirinya aset-aset militer AS. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Drone Serang Tangki Bahan Bakar di Bandara Internasional Kuwait

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)