Drone Serang Tangki Bahan Bakar di Bandara Internasional Kuwait

Asap hitam mengepul dari lokasi serangan drone di Bandara Internasional Kuwait. (Anadolu Agency)

Drone Serang Tangki Bahan Bakar di Bandara Internasional Kuwait

Willy Haryono • 8 March 2026 09:10

Kuwait City: Pemerintah Kuwait melaporkan pada Minggu, 8 Maret 2026, bahwa sejumlah drone telah menyerang tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait.

Pernyataan disampaikan satu hari usai Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf atas serangan ke negara-negara Teluk, dan berjanji tidak akan menyerang lagi kecuali diserang lebih dulu.

Dilansir dari Anadolu Agency, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan mengatakan pasukannya menghadapi gelombang drone yang memasuki wilayah udara Kuwait pada dini hari.

Menurut al-Atwan, serangan tersebut secara langsung menargetkan tangki penyimpanan bahan bakar di kawasan bandara internasional. Ia menyebut insiden itu sebagai serangan terhadap infrastruktur kritis negara.

Insiden terbaru terjadi hanya sehari setelah Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat tujuh drone “bermusuhan” yang memasuki wilayah udara negara itu pada Sabtu dini hari.

Militer Kuwait menyatakan drone-drone tersebut berhasil dicegat di wilayah utara dan selatan negara. Pihak militer menambahkan bahwa kerusakan yang terjadi hanya berupa kerusakan properti akibat serpihan yang jatuh setelah intersepsi.

Beberapa ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah juga dijelaskan sebagai hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.

Konflik Meluas ke Negara Teluk

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah sejak 28 Februari, ketika Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Sebagian serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan pada fasilitas sipil, termasuk pelabuhan dan kawasan permukiman.

Teheran menyatakan serangan itu merupakan respons terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer senior.

Baca juga:  Presiden Iran Masoud Pezeshkian Minta Maaf atas Serangan ke Negara Teluk

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)