Dolar AS. Foto: tpfx.co.id
Dolar AS Masih Perkasa Lawan 6 Mata Uang Utama Dunia
Husen Miftahudin • 10 March 2026 09:09
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mengakhiri perang dengan Iran.
Mengutip Xinhua, Selasa, 10 Maret 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,2 persen menjadi 99,178.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro turun menjadi USD1,1578 dari USD1,1606 pada sesi sebelumnya. Sementara poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3388 dari USD1,34 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 158,33 yen Jepang, lebih tinggi dari 157,74 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,7799 franc Swiss dari 0,777 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu melemah menjadi 1,3591 dolar Kanada dari 1,3596 dolar Kanada. Dolar AS menguat menjadi 9,21 kronor Swedia dari 9,1855 kronor Swedia.
| Baca juga: Dolar AS Ikut Melejit di Tengah Perang AS-Iran |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Trump akan mengakhiri perang melawan Iran
Trump mengatakan akan mengakhiri perang antara AS dan Israel dengan Iran. Namun, ia melihat kemungkinan berakhirnya perang Iran mungkin tidak akan terjadi pada minggu ini.
Secara terpisah, Trump dalam sebuah unggahan di media sosial mengancam Iran karena melakukan penghentian aliran minyak di Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan negara itu akan terkena dampak dua puluh kali lebih berat.
"Kita akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan sehingga hampir mustahil bagi Iran untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara," ancam Trump.
Soal harga minyak, Trump mengatakan harga minyak telah meningkat lebih dari yang ia perkirakan. Ia bertekad akan terus meminta Iran untuk memulihkan Selat Hormuz.
Selat tersebut diketahui merupakan jalur pelayaran utama yang memasok 20 persen dari total permintaan minyak dunia. Iran, yang mengendalikan sebagian besar jalur tersebut, telah berulang kali mengancam akan memblokir jalur tersebut sebagai bagian dari perang dengan AS dan Iran.