PBB Ingatkan Bahaya Retorika Militer dalam Krisis Iran

Juru bicara PBB Stephane Dujarric. (Anadolu Agency)

PBB Ingatkan Bahaya Retorika Militer dalam Krisis Iran

Willy Haryono • 14 January 2026 08:53

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta memperingatkan bahwa meningkatnya “retorika bernuansa militer” dapat memperburuk situasi.

Pernyataan PBB merupakan respons terhadap komentar terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyarankan para demonstran Iran untuk terus berunjuk rasa dan menjanjikan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan."

“Tentu saja kami sangat khawatir dengan meningkatnya retorika bernuansa militer yang kami lihat terkait situasi di Iran," ucap juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah konferensi pers.

“Sangat penting bagi seluruh negara anggota untuk mendorong diplomasi, bukan retorika militer,” tambahnya, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 14 Januari 2026.

Dujarric mengatakan PBB saat ini belum memiliki rencana untuk mengevakuasi personelnya dari Iran. Dalam pernyataan selanjutnya, ia menambahkan bahwa PBB mempekerjakan 46 staf internasional dan 448 warga lokal yang bekerja di Iran.

Iran dalam beberapa pekan terakhir diguncang aksi protes luas di tengah memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial Iran.

Selain itu, terjadi pula sejumlah insiden kekerasan, dengan laporan beberapa korban jiwa, termasuk demonstran dan aparat kepolisian, di berbagai kota.

Baca juga:  Korban Tewas Protes Iran Tembus 2.000, Trump: Bantuan Segera Datang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)