Populer Ekonomi: Harga BBM Nonsubsidi hingga Tarif Listrik PLN

Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Populer Ekonomi: Harga BBM Nonsubsidi hingga Tarif Listrik PLN

Eko Nordiansyah • 11 August 2026 07:42

Jakarta: Pemberitaan mengenai harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU menjadi berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Senin, 10 Agustus 2026. Selain itu ada pemberitaan mengenai tarif listrik periode 10-16 Agustus 2026.

Berikut berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com:

1. Harga BBM Nonsubsidi di SPBU Pertamina, Shell, BP, Vivo, dan Mobil per 10 Agustus 2026

Sejumlah pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah melakukan penyesuaian harga bahan bakar (BBM) nonsubsidi sejak 1 Agustus 2026. Pertamina, Shell, hingga BP sama-sama melakukan penyesuaian harga BBM baik jenis bensin maupun solar.
Baca selengkapnya di sini

2. Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 10 Agustus 2026

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax series, seperti Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo mulai 1 Agustus 2026.
Baca selengkapnya di sini

3. Cek Tarif Listrik PLN 10-16 Agustus 2026 Semua Golongan

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) kuartal III atau periode Juli-September 2026 bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan.
Baca selengkapnya di sini

4. BNI Bukukan Kredit Rp968,5 Triliun di Semester I-2026

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 24,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp968,5 triliun hingga semester I-2026.
Baca selengkapnya di sini

5. Harga Emas Dunia Tembus USD4.360/Troy Ons

Harga emas dunia memasuki pekan baru dengan momentum penguatan setelah berhasil pulih dari level psikologis USD4.000 per troy ons. Pelemahan dolar AS dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang lebih longgar.
Baca selengkapnya di sini

(Eko Nordiansyah)