Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Badan Komunikasi RI.
Airlangga Sebut Investasi di Indonesia Semakin Merata, Ini Buktinya
Husen Miftahudin • 6 August 2026 15:26
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyebaran investasi di Indonesia semakin merata pada semester I-2026. Menurut dia, porsi investasi di Pulau Jawa dan luar Jawa kini hampir seimbang.
"Dari segi investasi juga hampir 50 persen di Jawa dan 50 persen di luar Jawa. Jadi keseimbangan sudah lebih terjadi," ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Sementara itu, realisasi investasi pada triwulan-II 2026 tercatat sebesar Rp511,8 triliun, meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data BKPM menunjukkan investasi di luar Pulau Jawa pada triwulan II 2026 mencapai Rp256,5 triliun atau 50,1 persen dari total realisasi investasi nasional.
Adapun investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp255,3 triliun atau 49,9 persen. Airlangga menilai komposisi tersebut mencerminkan penyebaran investasi yang semakin merata di berbagai wilayah Indonesia.
BKPM mencatat lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar pada triwulan II 2026, yaitu DKI Jakarta sebesar Rp94,9 triliun; Jawa Barat sebesar Rp61,3 triliun; Maluku Utara sebesar Rp40,2 triliun; Jawa Timur sebesar Rp40,1 triliun; serta Sulawesi Tengah sebesar Rp36,6 triliun.

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Hilirisasi tetap jadi prioritas
Airlangga mengatakan pemerintah tetap menjadikan hilirisasi sebagai salah satu prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kinerja ekspor nasional.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan agar program hilirisasi terus dipercepat, termasuk melalui pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai agen tunggal ekspor.
"Bapak Presiden juga mengarahkan agar sektor hilirisasi terus didorong. Selain itu, DSI sebagai agen tunggal ekspor juga telah dibentuk dan data menunjukkan perkembangan yang positif terhadap harga ekspor kita," ujar Airlangga.
Selain memperkuat hilirisasi, pemerintah terus memperluas akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.
Beberapa di antaranya meliputi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Tunisia (IT-PTA), Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (IP-CEPA), serta Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).
Menurut Airlangga, berbagai kesepakatan tersebut memperluas akses ekspor Indonesia ke sejumlah pasar strategis. "Pemerintah membuka banyak akses melalui perjanjian internasional. Akses ekspor kini semakin terbuka ke Uni Eropa, Amerika Serikat, serta negara-negara mitra seperti ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan lainnya," kata Airlangga.
Ia menambahkan pemerintah akan terus menjaga akses pasar ekspor sekaligus memperkuat hilirisasi dan rantai nilai (value chain) nasional untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia.