Gempa Pangandaran Terasa di Tasikmalaya, Rusak Bangunan PAUD

Kerusakan dinding sekolah PAUD Kober Sirojul Huda rusak di Kampung Sukamulya, Dusun Cipanunjang, Desa Raksasari, Kecamatan taraju, Kabupaten Tasikmalaya, akibat gempa bumi, Rabu, 5 Agustus 2026. (MI)

Gempa Pangandaran Terasa di Tasikmalaya, Rusak Bangunan PAUD

Kristiadi • 6 August 2026 12:22

Tasikmalaya: Gempa bumi magnitudo (M) 5,3 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu malam, 5 Agustus 2026. Getaran gempa dirasakan sampai Kabupaten Tasikmalaya, dan menyebabkan bangunan pendidikan anak usia dini (PAUD) terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengatakan pascagempa bumi M 5,3 di Kabupaten Pangandaran berdampak di sekolah PAUD Kober Sirojul Huda, di Kampung Sukamulya, Dusun Cipanunjang, Desa Raksasari, Kecamatan Taraju. Kerusakan tersebut terjadi pada dinding sekolah lantaran getaran terasa dua kali.

"Sekolah PAUD di Kampung Sukamulya, Dusun Cipanunjang, Desa Raksasari, Kecamatan Taraju terdampak gempa bumi Pangandaran berkekuatan magnitudo 5,3. Namun, kejadian itu terjadi malam hari dan tidak adanya aktivitas belajar di ruangan kelas hingga sekolah telah melaporkan peristiwa itu ke BPBD dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya," ujar Roni, Kamis, 6 Agustus 2026.


Kerusakan dinding sekolah PAUD Kober Sirojul Huda rusak di Kampung Sukamulya, Dusun Cipanunjang, Desa Raksasari, Kecamatan taraju, Kabupaten Tasikmalaya, akibat gempa bumi, Rabu, 5 Agustus 2026.  (MI)

Roni mengungkapkan, guncangan gempa bumi pada Rabu malam terasa dua kali. Dia menyebut pada getaran pertama terasa kencang, disusul getaran kedua yang memicu kerusakan bangunan PAUD Kober Sirojul Huda. Akan tetapi, saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) di PAUD tetap berjalan.

"Kerusakan dinding sekolah PAUD Kober Sirojul Huda, Kecamatan Taraju berskala ringan. Kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada, mengingat gempa bumi ini memang tidak memandang waktu hingga kesiapsiagaan maupun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan," jelas dia.

Gempa bumi berkekuatan M 5,3 mengguncang Kabupaten Pangandaran terjadi Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 21.55 WIB. Kemudian diperbarui analisis BMKG menjadi berkekuatan M 5,2.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,17 LS dan 107,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 87 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 14 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas di sesar aktif.

(Lukman Diah Sari)