Houthi kembali melancarkan serangan rudal balistik ke Pelabuhan Mokha di Yaman. (Anadolu Agency)
Houthi Kembali Serang Pelabuhan Mokha, Dua Rudal Balistik Hantam Dermaga
Willy Haryono • 12 August 2026 18:14
Sanaa: Kelompok pemberontak Houthi kembali melancarkan serangan rudal balistik ke Pelabuhan Mokha, pelabuhan strategis di dekat Selat Bab al-Mandab, Yaman barat daya, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Saluran televisi Saba TV melaporkan Houthi menargetkan pelabuhan tersebut dengan rudal balistik. Namun, laporan itu tidak memberikan rincian mengenai dampak serangan.
Juru bicara Pasukan Gabungan yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman di wilayah Pantai Barat, Waddah al-Dubaish, mengatakan dua rudal balistik menghantam dermaga laut Pelabuhan Mokha.
Dalam unggahan di platform X, al-Dubaish mengatakan serangan terjadi sekitar pukul 11.35 waktu setempat atau 08.35 GMT. Informasi tersebut, kata dia, masih bersifat awal.
Pihak berwenang masih menilai tingkat kerusakan serta kemungkinan adanya korban akibat serangan tersebut. Houthi belum memberikan komentar terkait laporan serangan terbaru itu.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi sehari setelah pasukan pemerintah Yaman menuduh Houthi meluncurkan 10 rudal balistik dan empat drone ke arah Mokha.
Namun, pada Selasa malam, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai target militer di Mokha dan Provinsi Marib, Yaman tengah.
Laut Merah dan Teluk Aden
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Saba, mengonfirmasi bahwa operasi itu menggunakan rudal balistik dan drone.Menurut Saree, serangan menargetkan apa yang disebutnya sebagai konsentrasi pasukan, gudang senjata, dan pusat komando militer di Mokha. Serangan juga diarahkan ke kamp militer Tadawin di Provinsi Marib.
Pelabuhan Mokha berada di pesisir Laut Merah, tidak jauh dari Selat Bab al-Mandab yang menjadi jalur pelayaran strategis penghubung Laut Merah dengan Teluk Aden.
Yaman relatif mengalami penurunan intensitas pertempuran sejak April 2022 setelah pemerintah dan Houthi memasuki periode jeda konflik. Namun, bentrokan sporadis kembali terjadi pada awal Juli dan dilaporkan menyebabkan puluhan orang tewas maupun terluka.
Houthi menguasai ibu kota Sanaa serta sejumlah provinsi lain sejak September 2014. Konflik berkepanjangan antara kelompok tersebut dan pemerintah Yaman telah menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Baca juga: Pemerintah Yaman Ancam Balas Serangan Houthi yang Semakin Intensif