Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Foto: Bakom RI.
Indonesia Ekspor Perdana 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia
Fachri Audhia Hafiez • 31 August 2026 19:46
Jakarta: Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Malaysia untuk mengekspor 1.000 ton beras premium. Kerja sama ini membuka peluang ekspansi ekspor hingga 200.000 ton beras ke negara tetangga tersebut dengan estimasi nilai mencapai Rp3,4 triliun.
"Ekspor beras ke Malaysia yang bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi optimisme baru bahwa Indonesia semakin berdaulat dalam pangan," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Agustus 2026.
Qodari menjelaskan, keberhasilan ekspor perdana ini menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor pertanian nasional. Ketika produksi beras dalam negeri kian solid, Indonesia mulai memiliki ruang untuk merambah pasar internasional secara terukur tanpa mengabaikan kebutuhan publik.
Peningkatan produksi nasional ini sejalan dengan proyeksi Food and Agriculture Organization (FAO) yang mencatat produksi beras Indonesia pada musim 2026/2027 diperkirakan menembus 38,6 juta ton, atau naik 4,6 juta ton dibanding periode 2024/2025.
"Dengan perkiraan konsumsi domestik sekitar 31 juta ton pada 2026, peningkatan produksi tersebut memberikan fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pasar ekspor," ujar Qodari.
Berdasarkan data FAO, Indonesia kini menempati posisi sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia setelah India, Tiongkok, dan Bangladesh. Indonesia menjadi salah satu negara produsen utama yang mampu mencatatkan tren kenaikan produksi di tengah dinamika pangan global.
Meski merambah pasar ekspor, Qodari menjamin kebijakan ini tidak akan mengganggu pemenuhan pangan masyarakat di dalam negeri. Pemerintah menempatkan kestabilan pasokan dan harga sebagai prioritas utama.
"Pemerintah memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," tegas Qodari.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Foto: Bakom RI.
Saat ini cadangan beras nasional berada di angka sekitar 5,2 juta ton. Pasokan tersebut diproyeksikan aman untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat hingga Mei 2027.
Qodari menekankan, aktivitas ekspor bukan sekadar target pencapaian akhir, melainkan sarana untuk memperkuat keberlanjutan sektor pertanian dan meningkatkan taraf hidup petani lokal.
"Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan produktivitas berkelanjutan, menjaga harga dan pasokan yang terjangkau bagi masyarakat, memperluas akses pasar, serta bagaimana seluruh pencapaian ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani," ucap Qodari.
Ia pun menyimpulkan bahwa momentum perayaan kemerdekaan ini harus menjadi tolok ukur bagi kemandirian bangsa di sektor pangan.
"Di usia 81 tahun kemerdekaan, dari ketahanan pangan, kita membangun kesejahteraan petani dan mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur," kata Qodari.