Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Foto: Bakom RI.
Bakom RI: PLTS 100 GWp Bangun Kemandirian Energi dan Ekonomi
Fachri Audhia Hafiez • 31 August 2026 19:27
Jakarta: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan bahwa program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt Peak (GWp) merupakan langkah nyata pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional. Sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
“Dimulainya program Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS 100 Gigawatt Peak (GWp) bukan sekadar penetapan target. Ini adalah langkah nyata untuk membangun sumber energi baru yang lebih kuat, lebih mandiri, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Agustus 2026.
Qodari membeberkan, komitmen tersebut ditandai dengan aksi groundbreaking oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2026. Proyek awal tersebut memiliki kapasitas total 5,3 GWp yang tersebar di 14 lokasi di enam provinsi, dengan pusat kegiatan utama berada di Jembrana, Bali.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada wacana tentang kemandirian energi. Kita mulai membangunnya secara nyata, bertahap, dan terukur,” kata Qodari.
Menurut Qodari, program ini menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi serta mengikis ketergantungan terhadap energi fosil dengan memaksimalkan potensi sinar matahari di Tanah Air.
“Namun, bagi pemerintah, peralihan menuju energi bersih bukan hanya soal mengurangi emisi. Lebih dari itu, transisi energi harus membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Qodari.
Berdasarkan kalkulasi Kementerian ESDM, program mega proyek ini berpotensi menghemat anggaran hingga Rp73,9 triliun per tahun, menekan emisi hingga 140,16 juta ton CO2, serta membuka peluang terciptanya 5,5 juta lapangan kerja baru di sektor industri pendukung.

Ilustrasi PLTS. Foto: Dok PLN IP
“Karena itu, pembangunan PLTS 100 Gigawatt Peak tidak akan berhenti pada pembangunan pembangkit listrik. Kita ingin membangun ekosistem energi surya nasional yang tumbuh dari hulu hingga hilir,” kata Qodari.
Pemanfaatan energi surya juga bakal diperluas hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mengingat kebutuhan investasinya mencapai sekitar Rp1.140 triliun, program ini dipastikan membuka keran peluang besar bagi industri dalam negeri.
“Akan tumbuh kebutuhan baru, investasi baru, lapangan kerja baru, dan pada akhirnya, kekuatan ekonomi baru,” ujar Qodari.
Qodari menegaskan kembali bahwa transisi energi ini diarahkan untuk memberi dampak kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Inilah semangat yang ingin kita bangun, energi yang lebih mandiri, ekonomi yang semakin kuat, dan manfaat pembangunan yang semakin luas,” kata Qodari.
Ia menyimpulkan bahwa penguatan fondasi energi nasional melalui energi terbarukan ini telah memasuki babak baru yang nyata. “PLTS 100 Gigawatt Peak adalah langkah besar. Dan hari ini, langkah besar itu sudah dimulai,” kata Qodari.