Marinir Indonesia dan Amerika Serikat menyelesaikan pertukaran peleton di Lampung. (U.S. Marine Corps Sgt. Kyle Chan)
Marinir Indonesia-AS Selesaikan Latihan Pertukaran Peleton Tahunan di Lampung
Willy Haryono • 29 August 2026 09:31
Lampung: Korps Marinir Amerika Serikat (AS) dan Korps Marinir Indonesia menyelesaikan kegiatan pertukaran peleton tahunan di Lampung pada 28 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan satu peleton Marinir AS dari Alpha Company, 1st Battalion, 5th Marine Regiment, yang tergabung dalam Marine Rotational Force Darwin 26, bersama satu peleton Marinir Indonesia dari Batalyon Infanteri 7, Brigade 4.
Rangkaian pertukaran berlangsung pada 12–28 Agustus 2026 di pangkalan Batalyon Infanteri 7 Korps Marinir Indonesia.
Selama kegiatan, personel kedua negara bertukar keahlian dan menjalani latihan bersama yang mencakup perawatan korban tempur taktis, operasi hutan dan perkotaan, keahlian menembak, serta komunikasi.
Komandan peleton Marinir AS, Letnan Satu Abigail Gutierrez, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi personel AS untuk mempelajari prosedur dan kemampuan Marinir Indonesia.
"Pertukaran ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Marinir kami untuk belajar dari para ahli Korps Marinir Indonesia di lingkungan tempat mereka melatih kami untuk beroperasi," ujar Gutierrez, dalam keterangan di situs Kedubes dan Konsulat AS, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurutnya, latihan tersebut juga meningkatkan kemampuan kedua pasukan untuk berintegrasi dalam menjalankan misi yang lebih kompleks.
Latihan Gabungan di Hutan dan Perkotaan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan latihan simulasi misi menyeluruh selama dua hari.Pada hari pertama, personel kedua negara berlatih operasi perang hutan, patroli tingkat regu, respons terhadap kontak dengan musuh, penanganan korban, serta pelacakan sasaran di lingkungan hutan.
Latihan hari kedua berfokus pada operasi di lingkungan perkotaan. Regu gabungan melaksanakan simulasi penggerebekan bangunan dengan menerapkan prosedur terpadu untuk pergerakan dan patroli di dalam maupun luar bangunan.
Dalam latihan tersebut, personel kedua negara juga memadukan prosedur operasional masing-masing dan membentuk regu multinasional untuk menjalankan skenario misi bersama.
Pertukaran tersebut tidak hanya mencakup aspek operasional. Personel kedua negara juga berbagi pengetahuan mengenai budaya dan adat istiadat masing-masing.
Kopral Dua Dominik Kowalski, pemimpin tim senapan mesin Marinir AS, mengatakan interaksi selama latihan turut memperkuat hubungan personal antara personel kedua negara.
"Di luar segala kegiatan latihan, sungguh menyenangkan bisa saling berbagi cerita, mempelajari budaya masing-masing, dan menjalin persahabatan yang tulus dengan para Marinir Indonesia," ujarnya.
Penyelenggaraan pertukaran peleton tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan operasional bersama dan hubungan pertahanan Indonesia-AS di kawasan Indo-Pasifik.
Kedua pasukan selanjutnya akan mempersiapkan diri mengikuti Super Garuda Shield 2026.
Latihan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan kedua negara untuk bekerja sama dalam menghadapi berbagai skenario operasional sekaligus mempererat kemitraan pertahanan Indonesia dan AS.

Baca juga: Sekitar 5.000 Personel Militer akan Kembali Ikuti Latma Super Garuda Shield 2026