Anggota Polres Dogiyai Dipanah OTK, 1 Luka dan 1 Gugur

Ilustrasi tempat kejadian perkara, Metrotvnews.com (Muhammad Khoirur Rosyid)

Anggota Polres Dogiyai Dipanah OTK, 1 Luka dan 1 Gugur

Siti Yona Hukmana • 23 April 2026 18:08

Jakarta: Personel Polres Dogiyai diserang orang tak dikenal (OTK) menggunakan panah di wilayah Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Seorang anggota bernama Bripda Abhius Metusalakh Abner Yawan, mengalami luka serius dan seorang anggota lainnya gugur

"Benar terjadi peristiwa itu," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo, Kamis, 23 April 2026.

Adapun, peristiwa terjadi saat korban keluar dari pos mengenakan perlengkapan dinas lengkap, termasuk rompi dan helm, untuk mengambil bahan bakar minyak (BBM) di Terminal Monamani. Aktivitas itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pemadaman listrik pascasituasi keamanan yang sempat memanas.

Kemudian, serangan yang terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026 itu tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Kini, korban Abhius dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Situasi saat itu sepi, tidak ada tanda-tanda keberadaan orang. Tiba-tiba saya diserang,” kata Abhius dalam keterangannya. 

Akibat serangan tersebut, Abhius mengalami luka di bagian punggung belakang sebelah kanan. Motif penyerangan hingga kini belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan latar belakang kejadian.

Insiden ini bukan pertama kali, sebelumnya OTK juga melakukan penyerangan hingga mengakibatkan anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, meninggal dunia. Abhius menyebut saat itu rekannya selesai bertugas dan keluar seorang diri untuk mencari makan. 

“Senior saya habis lepas dinas, keluar sendiri untuk mencari makan, lalu tiba-tiba diserang,” kata Abhius.

Anggota Polres Dogiyai Bripda Abhius Metusalakh Abner Yawan (kiri) menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Istimewa.

Abhius menyampaikan kepada masyarakat Papua agar dapat memahami kehadiran aparat kepolisian. Ia menekankan aparat hadir di tengah masyarakat bukan menakuti, melainkan melindungi. 

“Kami hadir bukan untuk menakuti masyarakat atau mencari masalah, tetapi untuk memberikan rasa aman dan damai agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Abhius.

Di samping itu, pihak keluarga Abhius berharap luka anaknya segera pulih. Sehingga, bisa kembali melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat. 

Pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri, terutama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini, dan Wakapolda Papua Tengah Kombes Gustav Robby Urbinas, atas penanganan cepat terhadap Abhius.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)