Asap dari serangan Israel di Gaza. (Anadolu Agency)
Serangan Baru Israel Hantam Gaza Utara dan Selatan, 9 Warga Palestina Tewas
Willy Haryono • 15 February 2026 15:48
Gaza: Pasukan Israel melancarkan serangan udara baru di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu, 15 Februari 2026, yang menewaskan sedikitnya sembilan warga Palestina.
Sejumlah saksi mata dan sumber medis menyebut serangan itu menargetkan area sipil, meski terdapat perjanjian gencatan senjata yang masih berlaku.
Dilansir dari Yeni Safak, serangan terbaru Israel menghantam wilayah utara dan selatan Gaza, termasuk lokasi penampungan pengungsi dan kerumunan warga sipil dalam insiden terpisah.
Di Gaza selatan, lima warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika serangan udara Israel menghantam sekelompok warga sipil di barat daya Khan Younis, menurut sumber medis di lapangan. Tim medis segera mengevakuasi korban luka ke rumah sakit terdekat, sementara jumlah korban dilaporkan terus bertambah.
Wilayah Utara Gaza
Di bagian utara, empat warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya luka-luka ketika sebuah drone Israel meluncurkan rudal ke arah tenda yang menampung keluarga pengungsi di kawasan Al-Faluja, sebelah barat kota Jabalia.
Saksi mata menggambarkan situasi kacau ketika petugas darurat berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan dan membawa yang terluka ke fasilitas medis di tengah kondisi sulit.
Kendaraan militer Israel juga melakukan operasi pembongkaran besar-besaran di timur laut kamp pengungsi Jabalia, disertai tembakan artileri berat dan rentetan tembakan senjata di wilayah tersebut.
Serangan darat dan udara itu terjadi setelah militer Israel pada Sabtu mengklaim telah mendeteksi pejuang yang mendekati posisi mereka di Gaza utara.
Gencatan Senjata di Bawah Tekanan
Serangan pada Minggu menjadi pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, mengakhiri dua tahun konflik yang dimulai pada 8 Oktober 2023.Menurut otoritas Palestina, perang tersebut menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza. Penilaian Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai hampir 70 miliar dolar AS.
Sejak gencatan senjata diberlakukan, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 591 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.578 lainnya luka-luka akibat serangan Israel yang berlanjut, meski operasi tempur skala besar secara resmi telah dihentikan.
Kekerasan yang terus berlangsung memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan perjanjian gencatan senjata serta perlindungan warga sipil di bawah hukum humaniter internasional.
Baca juga: Bom Termobarik Israel Diduga Bunuh Ribuan Warga Gaza hingga “Menguap”