BNPB Ungkap 10 Wilayah Kekeringan Tertinggi, Didominasi di Jawa

Peta wilayah yang mengalami kekeringan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

BNPB Ungkap 10 Wilayah Kekeringan Tertinggi, Didominasi di Jawa

Metro TV • 15 September 2026 17:52

Jakarta: Musim kemarau mengakibatkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 10 wilayah dengan temuan kekeringan terbanyak yang didominasi terjadi di Pulau Jawa.

“Sebanyak 10 kabupaten kota tertinggi kekeringan di tahun ini kita lihat didominasi di kabupaten-kabupaten di Jawa,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring, Selasa, 15 September 2026.

Adapun rinciannya yaitu empat lokasi kekeringan terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berikutnya, tiga lokasi kekeringan terjadi di Bogor, Jawa Barat dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 

Kemudian, dua lokasi kekeringan di Jawa Barat. Yakni, Subang, Bekasi, Bandung Barat, dan Pangandaran. 

Selanjutnya Jawa Tengah. Yakni, Demak, Semarang, dan Pekalongan. 

Guna memitigasi dampak bencana kekeringan, BNPB bersama sejumlah pihak melakukan sejumlah upaya. Pertama, BNPB melakukan optimalisasi cadangan air lewat operasi modifikasi cuaca (OMC) dan pengisian beberapa penampungan air.

“Melakukan optimalisasi Cadangan air dengan cara melakukan OMC, pengisian embung, danau, waduk, dan penampungan air lainnya,” ujar Berton.

BNPB memberikan sarana dan prasaran bantuan di wilayah yang mengalami kekeringan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Kedua, memberikan sarana prasarana untuk daerah dalam mitigasi kekeringan. Termasuk pembangunan sumur dalam di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Indramayu, Kupang, dan Timur Tengah Utara.

Berton turut mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air di musim kemarau. Termasuk memprioritaskan pemakaian air bersih.

“Kita perlu dengan bijak menggunakan sumber mata air. Memprioritaskan kebutuhan esensial seperti untuk kebutuhan air bersih, memasak, sanitasi. Kurangi pemakaian air yang berlebihan dan matikan keran air jika tidak digunakan,” paparnya.

(Afifah Alfina)

(Anggi Tondi)