Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto. Foto: Dok. BNPB.
Hadapi Kekeringan, Modifikasi Cuaca dan 1.000 Pompa Irigasi Disiapkan
Metro TV • 15 September 2026 17:11
Jakarta: Kementerian Pertanian menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). OMC ini bertujuan untuk menurunkan hujan buatan guna mengairi lahan pertanian di tengah musim kemarau.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, menyebut jika OMC berhasil dilakukan, masa tanam oleh petani dapat dilakukan dalam kurun waktu satu sampai dua bulan ke depan.
“Antisipasi (bencana kekeringan) kita lakukan, kita menghubungi teman-teman berwenang termasuk BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca. Karena memang benih-benih kami sedang menunggu hujan. Dalam waktu sebulan dua bulan ke depan ini kita sudah bisa mulai bertanam lagi,” kata Heru dalam konferensi pers daring, Selasa, 15 September 2026.
“Kalau dari sisi perpompaan kami kan sudah ada bantuan yang cukup masif. Termasuk untuk tanaman perkebunan ada irigasi perpompaan sekitar seribu unit,” ujar Heru.
Pengkhususan pada tebu itu dilakukan sejalan dengan target bebas impor gula konsumsi. Adapun dua langkah yang akan dilakukan Kementerian Pertanian dengan bongkar ratoon (peremajaan) tebu dan perluasan lahan tebu.
“Di tebu itu ada bongkar ratoon dan perluasan, jadi kita ganti tanaman-tanaman tebu yang sudah waktunya diganti melalui bongkar ratoon itu dan menambah area perluasan tebu sehingga produksi kita bisa mencukupi kebutuhan gula konsumsi secara murni. Jadi tidak ada tergantung sama sekali dengan impor gula konsumsi,” ungkap Heru.

Ilustrasi kemarau. Foto: Dok. Pexels.com.
Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi gula konsumsi sebesar 3,018 juta ton. Sementara kebutuhan yang telah diproyeksikan mencapai 2,827 ton.
Di tengah musim kemarau dan ancaman bencana kekeringan, Heru menekankan stok pangan dalam kondisi aman. Terutama komoditas pangan utama seperti beras.
“Cadangan (beras) pemerintah saya sampaikan ada hampir 5 juta ton di Bulog. Dan untuk delapan komoditas pangan kita sudah swasembada, beras, cabai besar, cabai rawit, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah,” ujar Heru.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)