Rumah sakit di Gaza saat ini kekurangan pasokan listrik. Foto: Anadolu
Blokade Israel Berlanjut, 70 Persen Generator Rumah Sakit di Gaza Tak Beroperasi
Fajar Nugraha • 16 September 2026 20:38
Gaza: Sekitar 70% generator listrik di rumah sakit Jalur Gaza tidak lagi beroperasi akibat kelangkaan bahan bakar, minyak, dan suku cadang di tengah blokade Israel yang terus berlangsung.
Zaher Al-Wahidi, Direktur Pusat Informasi Kementerian Kesehatan Gaza pada Rabu 16 September 2026 mengatakan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, bahwa kelangkaan bahan bakar dan minyak mengancam penghentian layanan rumah sakit yang bersifat kritis dan penyelamat nyawa sewaktu-waktu.
“Israel tidak memfasilitasi masuknya bantuan medis dan pasokan logistik ke Jalur Gaza. Klaim tersebut hanyalah upaya untuk memperbaiki citra situasi dan menutupi kampanye pembersihan etnis di wilayah kantong tersebut,” ujar Wahidi, seperti dikutip dari Anadolu.
“Pasokan yang diizinkan masuk ke Gaza hanya dalam jumlah yang sangat kecil dan bahkan tidak memenuhi kebutuhan operasional minimum fasilitas kesehatan, sehingga membuat fasilitas-fasilitas tersebut berjuang di antara hidup dan mati,” tegas Wahidi.
"Sistem kesehatan di Jalur Gaza sedang didorong menuju eksekusi massal yang sistematis, melampaui sekadar bencana kemanusiaan dan mengarah pada genosida kesehatan berskala penuh," ujar Wahidi.
Wahidi menambahkan krisis bahan bakar juga menyebabkan perusahaan transportasi umum dan bus mengumumkan penghentian operasi secara total atau hampir total pada Rabu, sehingga menghalangi ratusan tenaga medis untuk mencapai tempat kerja mereka, serta semakin mengisolasi fasilitas kesehatan dan menghambat kemampuan mereka dalam menangani keadaan darurat.
"Fasilitas kesehatan telah berubah menjadi bangunan terisolasi yang perlahan mati di tengah blokade menyeluruh yang terus berlanjut dan pencegahan masuknya kebutuhan pokok kehidupan," katanya.
Ia menyebutkan bahwa situasi ini terjadi bersamaan dengan "kelangkaan yang belum pernah terjadi sebelumnya" terkait obat-obatan dan perlengkapan medis, gangguan pada peralatan diagnostik, serta penutupan akses pengobatan ke luar negeri bagi pasien dan korban luka yang berada dalam daftar tunggu.
Wahidi mendesak masyarakat internasional, Dewan Keamanan PBB, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) agar mengambil "tindakan segera dan mendesak" guna mengizinkan masuknya pasokan medis dan operasional yang esensial.
Sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Gaza pada 8 Oktober 2023, hampir 74.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka, sementara sekitar 90% infrastruktur wilayah kantong tersebut telah hancur.