BMKG: Cuaca 21 September Sejumlah Wilayah Hujan, Waspada Banjir Rob

Ilustrasi langit berawan. Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah.

BMKG: Cuaca 21 September Sejumlah Wilayah Hujan, Waspada Banjir Rob

Lukman Diah Sari • 21 September 2026 05:43

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca yang berlaku untuk Senin, 21 September 2026. Di tengah dominasi cuaca kering akibat kemarau yang diperkuat fenomena El Nino, sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakan akan turun hujan ringan, mulai dari wilayah barat hingga timur.

"Secara umum citra satelit terkini menunjukkan minimnya tutupan awan di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sumatera bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT, selatan Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, hingga Papua bagian selatan," ujar Prakirawan BMKG, Dendy Ronopurnama, dalam siaran prakiraan cuaca BMKG, dikutip pada Senin, 21 September 2026.

Rincian potensi cuaca di berbagai wilayah, 21 September 2026:

Potensi Hujan Ringan:

  • Indonesia bagian barat: Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara, serta Jawa bagian barat (khususnya Serang dan Bandung).

  • Indonesia bagian timur: Sulawesi bagian barat, Kota Ambon, serta Papua bagian utara hingga tengah.

Potensi Udara Kabur dan Asap:

Udara kabur terpantau di Sumatra bagian tengah hingga selatan, Kalimantan Timur, Mataram, serta Papua bagian barat (Sorong dan Manokwari).
Khusus di wilayah Banjarmasin, kata dia, terpantau adanya potensi kabut asap yang dapat mengganggu pernapasan dan menurunkan kualitas udara.

Kondisi Angin dan Puting Beliung

Dendy menjelaskan angin permukaan di wilayah utara Indonesia bergerak dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 6–19 knot. Di wilayah selatan, angin bertiup dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 11–27 knot. BMKG juga mewaspadai potensi angin puting beliung di perairan pesisir barat dan selatan Banten, serta perairan selatan Makassar.

Potensi Awan Cumulonimbus


Prakirawan BMKG, Dendy Rono Purnama, menyampaikan potensi pertumbuhan awan cumulonimbus. (Sumber BMKG)

Aktivitas penerbangan diminta waspada terhadap potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi bagian timur, Sumatra Selatan bagian barat, Lampung, Bengkulu,  Kepulauan Mentawai bagian barat, Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan wilayah Papua.

Potensi Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

Kondisi gelombang laut di perairan Indonesia secara umum berada dalam kategori rendah hingga sedang, dengan ketinggian berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Namun, masyarakat dan pelaku pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter yang berisiko menerjang sejumlah wilayah perairan berikut:
  • Perairan bagian barat dan selatan Sumatra

  • Perairan bagian selatan Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT)

BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob akibat pasang air laut. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir diimbau untuk senantiasa waspada dan menyesuaikan kegiatan harian. Wilayah yang diprakirakan terdampak banjir rob meliputi:
  • Kepulauan Riau

  • Pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur

  • Pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB)

  • Pesisir Kalimantan Barat

  • Pesisir Kalimantan Tengah

  • Pesisir Kalimantan Selatan


Di tengah potensi cuaca ekstrem lokal, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta terus memantau informasi pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

(Lukman Diah Sari)