Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan. Foto: Metrotvnews.com
Jerman Tegaskan Komitmen Perkuat Kerja Sama Transisi Energi dengan Indonesia
Muhammad Reyhansyah • 19 August 2026 17:55
Jakarta: Jerman menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam mendukung transisi energi melalui kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan ke Indonesia pada 18–20 Agustus 2026.
Kunjungan Radovan berlangsung setelah Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melakukan kunjungan ke Indonesia pada Juni lalu.
Alabali Radovan bertanggung jawab atas kerja sama pembangunan Jerman dengan Indonesia serta peran Jerman sebagai salah satu co-lead dalam Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia. Ia juga didampingi delegasi bisnis yang terdiri atas perusahaan-perusahaan di bidang energi berkelanjutan.
Radovan menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra utama Jerman dan menilai penguatan kerja sama ekonomi kedua negara dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak.
“Indonesia merupakan mitra utama bagi Jerman dan menjadi salah satu dari sembilan negara fokus baru yang ingin saya bangun hubungan yang lebih erat, khususnya dengan dunia usaha Jerman,” ujar Radovan dalam siaran pers Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut dia, kerja sama tersebut dapat membantu Indonesia mempercepat pembangunan berkelanjutan sekaligus membuka peluang bagi perusahaan Jerman untuk memasuki pasar Indonesia. Jerman, lanjutnya, mendukung transisi energi Indonesia melalui investasi pada energi terbarukan dan jaringan listrik modern.
Selama kunjungan, Radovan telah membuka Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 serta meluncurkan sejumlah inisiatif kerja sama Jerman-Indonesia, termasuk fasilitas pendingin bertenaga surya di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menilai kunjungan tersebut menunjukkan dukungan Jerman terhadap transisi energi Indonesia, baik dari sisi komitmen politik maupun penerapan teknologi.
“Jerman tidak hanya memiliki komitmen politik terhadap transisi energi Indonesia, tetapi juga memiliki solusi teknis yang siap diterapkan,” kata Beste.
Jerman Siapkan Sejumlah Solusi Energi Terbarukan
ISEW 2026 menjadi salah satu agenda utama kerja sama Jerman-Indonesia di sektor energi. Forum tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, mitra pembangunan, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil. Radovan akan membuka kegiatan itu bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).Selain itu, Radovan akan menyaksikan pemasangan sistem prakiraan cuaca di proyek Cirata Floating Solar PV. Sistem yang didukung kerja sama pembangunan Jerman dan menggunakan teknologi Jerman tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca sekaligus mendukung integrasi energi terbarukan yang lebih efisien ke jaringan listrik Indonesia.
Salah satu inisiatif lainnya adalah fasilitas pendingin bertenaga surya di IPB. Proyek percontohan tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung sistem pendinginan yang berkelanjutan dan efisien.
Fasilitas itu memungkinkan tercapainya suhu beku hanya dengan menggunakan tenaga surya sekaligus menyediakan solusi bagi wilayah kepulauan terpencil untuk menjaga cold chain produk pangan yang mudah rusak.
Radovan juga akan menyaksikan dimulainya program Green Hydrogen Academy yang didukung perusahaan Jerman Enapter dan German Development Finance Institution (DEG). Program tersebut menyediakan pendidikan dan pelatihan vokasi teknis mengenai penerapan elektroliser untuk produksi hidrogen hijau.
Jerman Perkuat Peran dalam JETP Indonesia
Kerja sama tersebut terkait dengan JETP yang diluncurkan pada 2022 untuk memobilisasi pembiayaan guna mempercepat transisi energi bersih Indonesia serta mendorong pemanfaatan energi yang terjangkau dan bersih yang memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia.Jerman bersama Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Jepang, Norwegia, Inggris, dan Uni Eropa tergabung dalam International Partners Group (IPG), yang berkomitmen mendukung JETP Indonesia melalui pembiayaan pembangunan.
Pada 2025, Jerman mengambil peran sebagai Co-Lead IPG bersama Jepang. IPG bekerja sama dengan Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) untuk memobilisasi pembiayaan hingga USD20 miliar guna mendukung transisi energi Indonesia.