Ilustrasi. Medcom.id
Elektabilitas Rudy Mas'ud-Seno Aji Tertinggi di Pilgub Kaltim
Achmad Zulfikar Fazli • 6 September 2024 10:48
Jakarta: Elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, Rudy Mas'ud dan Seno Aji, unggul signifikan daripada kompetitornya di Pilgub Kalimantan Timur (Kaltim) 2024. Tingkat keterpilihan Rudy Mas'ud-Seno Aji mencapai 57,8 persen.
"Di sisi lain, paslon petahana, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, hanya mendapatkan 35,3 persen suara, sedangkan 6,9 persen responden belum menentukan pilihan," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Togu Lubis dalam keterangannya, Jumat, 6 September 2024.
Togu mengatakan selisih elektabilitas yang cukup besar ini memberikan keuntungan bagi Rudy-Seno. Survei ini, kata Togu, juga membagi hasil berdasarkan kelompok usia, memberikan wawasan lebih mendalam tentang preferensi setiap generasi.
Pada kelompok pemilih generasi Z (usia 17-26 tahun) yang berjumlah 24,1 persen dari keseluruhan responden, pasangan Rudy-Seno berhasil meraih 56,1 persen suara. Pasangan Isran-Hadi hanya mendapatkan 36,6 persen, dan 7,3 persen responden yang tidak memilih.
"Generasi Z, yang merupakan pemilih muda, dianggap sebagai salah satu segmen kunci dalam pemilu karena keterbukaan mereka terhadap perubahan dan ide-ide baru," kata Togu.
Pada kelompok pemilih generasi milenial (usia 27-42 tahun) yang lebih besar, yaitu 36,8 persen dari total responden, pasangan Rudy-Seno masih unggul dengan 57,1 persen suara. Sedangkan pasangan Isran-Hadi meraih 37,6 persen dan 5,3 persen responden dari kelompok ini tidak memilih.
Togu menilai tingginya dukungan dari generasi milenial dapat diartikan pasangan Rudy-Seno berhasil menarik perhatian generasi yang kritis terhadap perkembangan teknologi, inovasi, dan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif.
Pada generasi X (usia 43-58 tahun) yang berjumlah 27,7 persen dari responden juga menunjukkan kecenderungan serupa. Pasangan Rudy-Seno meraih 55,3 persen suara di kalangan generasi ini, Isran-Hadi hanya memperoleh 35,9 persen, dan 8,8 persen responden tidak memilih.
"Dukungan dari generasi X ini menunjukkan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada stabilitas dan kesinambungan, mengingat kelompok usia ini cenderung lebih mengutamakan kepastian ekonomi dan kesejahteraan jangka panjang," ujar Togu.
Selain itu, kelompok baby boomer dan pre boomer (usia 59 tahun ke atas) yang berjumlah 11,4 persen dari total responden juga lebih banyak mendukung pasangan Rudy-Seno dengan perolehan suara 50,9 persen. Pasangan Isran-Hadi memperoleh 43,3 persen, dan 5,8 persen responden tidak memilih.
"Dukungan dari generasi yang lebih tua ini penting, karena mereka biasanya lebih fokus pada stabilitas politik dan kebijakan yang memprioritaskan kesejahteraan sosial," ujar dia.
Baca Juga:
Cak Lontong jadi Ketua Timses, Pramono Ingin Politik Bergembira tapi Serius |
Berdasarkan survei ini, kata dia, 22,3 persen responden menyatakan masih mungkin mengubah pilihan sebelum hari pemilihan, 66,3 persen mengaku mantap dengan pilihan mereka, dan 11,4 persen lainnya tidak tahu.
Survei ini melibatkan 1.450 responden yang berusia minimal 17 tahun atau sudah memiliki hak pilih pada 26 Agustus-4 September 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 2,57 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara tatap muka menjadi metode utama dalam pengumpulan data survei ini.
Sementara itu, pengamat politik dan intelijen Muhammad Sutisna menilai hasil survei ini mencerminkan kaum milenial dan generasi Z di Kalimantan Timur mendambakan sosok pemimpin yang inovatif, terutama dalam menciptakan lapangan kerja bagi pemuda.
Menurut dia, tingginya tingkat keterpilihan pasangan Rudy-Seno di segmen ini sebagai respons terhadap kebutuhan akan kepemimpinan yang peka terhadap perubahan, terutama di era ketika Kalimantan Timur dibanjiri banyak pendatang dari luar daerah akibat pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Generasi milenial dan Z melihat Rudy Mas'ud dan Seno Aji sebagai pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi dan mengoptimalkan potensi daerah secara inovatif," ucap Sutisna.
Sutisna menekankan Kalimantan Timur membutuhkan pemimpin yang supportif, inovatif, dan adaptif dalam mengelola sumber daya manusia serta sumber daya alam. Oleh karena itu, kata dia, Pilkada Kaltim 2024 harus menjadi tonggak bagi lahirnya gubernur dan wakil gubernur yang mampu menjadikan Kaltim sebagai penyangga yang kokoh bagi IKN, sekaligus menghadirkan visi dan misi yang jelas bagi generasi muda.
Dia juga berharap kedua paslon fokus pada isu-isu utama yang menjadi perhatian generasi muda, terutama dalam hal pendidikan dan penciptaan lapangan kerja yang memadai bagi lulusan perguruan tinggi yang terus bertambah. Sutisna menekankan pentingnya pelatihan berbasis kompetensi kerja yang tidak hanya bersifat jangka pendek.
"Tetapi juga memiliki tindak lanjut jangka panjang, terutama dalam mendorong kemandirian dan kewirausahaan di kalangan pemuda," ucap dia.