Gubernur DKI Pramono Instruksikan Pembersihan Ikan Sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan usai menghadiri acara di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Gubernur DKI Pramono Instruksikan Pembersihan Ikan Sapu-sapu

Achmad Zulfikar Fazli • 12 April 2026 14:32

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan jajaran untuk membersihkan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah Ibu Kota. Aksi bersih-bersih ikan tersebut telah dilakukan di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di kali sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia (PI).

"Saya meminta bukan hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi (pembersihan)," kata Pramono saat memberikan keterangan pers di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, dilansir dari Antara, Minggu, 12 April 2026.

Pembersihan di sekitar Grand Hyatt dan PI itu melibatkan Wali Kota Jakarta Pusat, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Pramono menilai pembersihan ini merupakan kegiatan yang positif.

"Yang di PI kemarin sebagai awal. Memang sudah cukup banyak, tapi tidak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," kata Pramono.

Dia mengatakan keberadaan ikan sapu-sapu merusak tanggul lingkungan, sehingga berdampak pada kelestarian ekosistem perairan lokal.

"Kalau tidak dilakukan segera penangkapan, jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada ekosistem kita," kata dia.
 

Baca Juga: 

Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak, Ekosistem Sungai Ciliwung Terancam-Serius Ini Hewan?

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP Pemprov DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan permasalahan ikan sapu-sapu bukan hal baru, namun sebelumnya sudah pernah terselesaikan di kali Ciliwung. Setelah pembersihan dan penangkapan, nantinya ikan sapu-sapu tersebut dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.

"Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati maka bisa hidup tanpa berada di air," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)