Pramono Targetkan Pembongkaran dan Penataan Tiang Monorel Rampung September 2026

Gubernur DKI Jakarta memimpin pembongkaran tiang monorel. Foto: Metro TV/Cony

Pramono Targetkan Pembongkaran dan Penataan Tiang Monorel Rampung September 2026

Cony Brilliana • 14 January 2026 12:55

Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembongkaran tiang monorel mangkrak, sekaligus penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, rampung September 2026. Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau langsung dimulainya pembongkaran tiang monorel, Rabu, 14 Januari 2026.

“Jadi yang sekarang ini yang kita prioritaskan yang ada di tempat ini. Mudah-mudahan September selesai,” ujar Pramono Anung kepada para awak media di kawasan Jl. HR Rasuna Said, Rabu, 14 Januari 2026.

Penetapan target waktu ini menjadi penanda keseriusan Pemprov DKI. Terutama, untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur mangkrak yang telah berlangsung lebih dari dua dekade di salah satu koridor utama Jakarta.
 


Pramono menjelaskan pembongkaran tiang monorel tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari penataan menyeluruh kawasan Rasuna Said. Penataan tersebut mencakup perbaikan badan jalan, saluran air, trotoar, penerangan jalan umum, hingga penataan taman dan estetika kawasan.

Menurut Pramono, target penyelesaian ditetapkan berdasarkan kajian teknis yang telah dilakukan secara mendalam. Pemerintah ingin memastikan proses pembongkaran dan penataan berjalan terencana, tidak tergesa-gesa, namun tetap memiliki kepastian waktu yang jelas.

Penetapan target delapan bulan ini dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama pengguna Jalan HR Rasuna Said yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Selama bertahun-tahun, keberadaan tiang monorel mangkrak kerap dikeluhkan karena mengganggu estetika kota dan penataan ruang jalan.

Pembongkaran tiang monorel. Foto: Metro TV/Cony

Pramono menilai, membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut hanya akan memperpanjang persoalan. Karena itu, Pemprov DKI memilih untuk menyelesaikan pembongkaran secara tuntas dengan tenggat waktu yang jelas, sekaligus memastikan penataan kawasan berjalan beriringan.

Dukungan lintas lembaga, termasuk Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), disebut menjadi faktor penting agar penyelesaian proyek ini tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Tiang monorel yang terlanjur berdiri kemudian menjadi simbol proyek mangkrak yang merusak wajah kota. Dengan target penyelesaian pada September 2025, Pemprov DKI Jakarta berharap persoalan lama ini dapat dituntaskan dan kawasan Rasuna Said dapat ditata menjadi lebih tertib, nyaman, dan fungsional bagi masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)