Luapan aliran Sungai Cimanceuri merendam 108 hektare lahan pertanian di Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (Dokumentasi/Istimewa)
Banjir Luapan Sungai Cimanceuri Rendam 108 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang
Hendrik Simorangkir • 13 January 2026 16:12
Kabupaten Tangerang: Sedikitnya 108 hektare lahan sawah di Kadu Agung, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten terendam banjir akibat luapan aliran Sungai Cimanceuri. Banjir ini terjadi sejak Selasa dini hari, 13 Januari 2026
"Untuk sawah selama ini kita hitung totalnya satu kesatuan ada 108 hektare," kata Camat Tigaraksa, Cucu Abdul Rosid, di Kabupaten Tangerang, dilansir dari Antara.
Berdasarkan hasil pendataan, 62 hektare sawah di blok dua dan 46 hektare sawah di bok tiga terancam gagal panen akibat terendam banjir. Kondisi ini membuat petani khawatir mengalami kerugian besar.
Selain area sawah yang terdampak bencana alam tersebut, sebanyak 30 hunian warga juga ikut terendam luapan aliran Sungai Cimanceuri. Akibatnya, beberapa kepala keluarga (KK) bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya perluasan peningkatan debit air ke permukiman.
"Ada 30 kepala keluarga yang terdampak karena memang ini permukiman berada di aliran Sungai Cimanceuri," jelas Cucu.
Sementara untuk ketinggian air yang merendam permukiman mencapai 20 hingga 40 sentimeter. Hanya saja, di area lahan pertanian ketinggian debit air mencapai satu meter lebih.
"Kalau ini fenomenanya tidak dari hujan saja. Kalau tidak hujan saja memang terjadi banjir jika dari wilayah hulu di wilayah Bogor sana hujan deras, maka di sini terdampak," ungkap Cucu.

Warga menunjukkan area lahan sawah di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten yang terendam bencana alam banjir atas luapan aliran Sungai Cimanceuri. ANTARA/Azmi Samsul M
Dengan kondisi tersebut, pemerintah kecamatan setempat kini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai. Hal ini dilakukan sebagai langkah penanganan jangka pendek untuk mengatasi musibah alam tersebut.
"Upaya yang telah kita lakukan adalah kita siapkan dapur umum. Tapi untuk di wilayah Kecamatan Tigaraksa, selama saya di sini belum ada pengungsi," ujar Cucu.