Situasi Timur Tengah Berangsur Normal, Kemlu Fasilitasi Kepulangan 3.000 WNI

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. Foto: Metrotvnews.com

Situasi Timur Tengah Berangsur Normal, Kemlu Fasilitasi Kepulangan 3.000 WNI

Dimas Chairullah • 30 April 2026 16:19

Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI melaporkan bahwa situasi keamanan di kawasan Timur Tengah perlahan mulai stabil dan kondusif. 

Hal ini diiringi dengan selesainya fasilitasi kepulangan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah konflik.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa aktivitas publik dan ruang udara di mayoritas negara Timur Tengah, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, sudah kembali dibuka.

"Tidak terdapat laporan serangan rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas publik, termasuk mayoritas ruang udara di Timur Tengah berangsur normal dan sudah dibuka, kecuali bandara Manama di Bahrain dan Baghdad di Irak," papar Heni, Kamis, 30 April 2026.

Heni memastikan bahwa per tanggal 29 April 2026, sudah tidak ada lagi WNI yang tertahan atau stranded di bandara-bandara kawasan tersebut.

Pemerintah Indonesia tercatat telah memfasilitasi evakuasi maupun repatriasi mandiri bagi 2.999 WNI untuk kembali ke tanah air.

Angka tersebut juga sudah mencakup proses evakuasi WNI dari Iran yang dilakukan dalam tiga tahap, di mana gelombang terakhir beranggotakan 13 orang telah tiba di Indonesia pada 21 April lalu.

Meski situasi sudah mereda, Kemlu tetap mengimbau WNI yang masih menetap di kawasan Timur Tengah untuk tidak menurunkan kewaspadaan.

"Secara keseluruhan WNI di kawasan Timur Tengah terpantau dalam keadaan aman, namun demikian kewaspadaan tetap diperlukan," ujar Heni, seraya mengingatkan para WNI untuk selalu menyimpan nomor hotline perwakilan RI terdekat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)