Duka Selimuti Rumah Guru SD Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi

Korban meninggal dunia kecelakaan kereta api KRL Commuter Line Nurlaela diantar ke peristirahatan terakhir di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Duka Selimuti Rumah Guru SD Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi

Lukman Diah Sari • 28 April 2026 11:55

Kabupaten Bekasi: Suasana duka menyelimuti kediaman Nurlaela, 37, salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Kerabat terus berdatangan untuk bertakziah di kediamannya, di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Paman korban, Mulyadi, menuturkan kondisi jenazah almarhumah saat tiba di rumah dalam keadaan utuh. Namun, mengalami patah kaki dan diduga luka dalam.

"Alhamdulillah, kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam," kata Mulyadi, di rumah duka pada Selasa, 28 April 2026, melansir Antara.


Kondisi KRL Commuter Line yang kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Metrotvnews.com/Antonio

Mulyadi mengungkapkan jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB setelah keluarga sempat mencari keberadaan korban sejak Senin malam. Jenazah baru ditemukan pukul 01.00 WIB.

"Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi," ungkap dia.

Keluarga sempat cemas lantaran Nurlaela tak kunjung pulang dan telepon genggamnya diangkat pihak lain yang memberi informasi bahwa ponsel korban ditemukan. Namun keberadaan korban belum diketahui.

"Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," jelas dia.

Nurlaela sehari-hari bekerja sebagai guru PNS di SD Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur. Almarhumah rutin menggunakan moda transportasi KRL untuk berangkat maupun pulang bekerja.

"Dia setiap hari memang naik KRL, pagi dan sore. Memang kerjanya mengajar di sana," ujar Mulyadi.

Almarhumah dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam. Tiga bulan lalu Nurlaela baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

"Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ," tuturnya.

Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)