Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (metrotvnews.com/Hendrik S)
Haji 2026: Garuda Indonesia Operasikan 15 Pesawat, Fokus Kenyamanan Lansia
Hendrik Simorangkir • 15 April 2026 15:28
Tangerang: Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan besar untuk melayani operasional penerbangan haji 2026. Layanan inklusif dan ramah lanjut usia (lansia) jadi fokus utama.
"Kami menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar yang terdiri dari 8 pesawat milik Garuda Indonesia dan 7 pesawat sewa, mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, Rabu, 15 April 2026.
Menurut Glenny, seluruh armada tersebut merupakan generasi pesawat dengan usia terbilang kompetitif yang dioptimalkan untuk penerbangan jarak jauh, serta dipastikan dalam kondisi prima.
"Itu semua telah melalui penerapan prosedur perawatan berlapis melalui program Aircraft Health Program, termasuk pemenuhan sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai prasyarat utama operasional haji," kata Glenny.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (metrotvnews.com/Hendrik S)
Glenny menjelaskan, penguatan layanan pada tahun ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan jemaah lansia, yang jumlahnya mencapai sekitar 18 ribu orang atau sekitar 18 persen dari total jemaah yang dilayani serta jemaah berkebutuhan khusus.
"Kami menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan inklusif, mulai dari asistensi mobilitas di darat dan udara, hingga penguatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan dan kemudahan jemaah selama penerbangan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jemaah," jelas Glenny.
Glenny menambahkan, dengan berbagai kesiapan dan dukungan pemerintah yang dilakukan di tengah dinamika harga avtur, sehingga biaya ibadah haji tahun ini tetap stabil. Glenny berharap jemaah dapat fokus dalam mempersiapkan perjalanan ibadah secara maksimal.
"Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem, mulai dari regulator, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group mulai dari perawatan pesawat, layanan katering, hingga dukungan kargo. Sinergi ini menjadi fondasi utama kami dalam memastikan mandat besar negara ini dapat dijalankan secara optimal," ungkap Glenny.
Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. Pada musim haji tahun ini juga menjadi momentum perdana bagi Garuda Indonesia dalam melayani keberangkatan jemaah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.
Pemberangkatan jemaah akan dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan menuju Madinah pada 21 April hingga 6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026. Penerbangan perdana akan diawali dengan keberangkatan kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa, 21 April 2026 pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan armada Airbus A330-300.