Petugas membawa karung berisi bahan semai Natrium Klorida (NaCI) untuk dimasukkan ke dalam pesawat Cessna 208B Grand Caravan Ex di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (2/8/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Tekan Karhutla, Modifikasi Cuaca di Sumsel Digelar 7 Hari
Lukman Diah Sari • 5 August 2026 14:54
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatra Selatan (Sumsel) selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Agustus 2026. Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan langkah ini diambil setelah jumlah titik panas berdasarkan pantauan Satelit NASA NOAA20 melonjak dari 46 titik pada 2 Agustus menjadi 104 titik pada 3 Agustus 2026.
"OMC merupakan salah satu upaya mendukung penanggulangan karhutla di enam provinsi prioritas yang memiliki lahan gambut luas dan sulit dipadamkan jika terjadi kebakaran masif," kata dia, melansir Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.
Selain menindaklanjuti arahan Presiden, penanganan ini merespons surat permohonan dukungan OMC dari Gubernur Sumatra Selatan yang telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla hingga 30 November 2026.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi operasional OMC dipusatkan di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, dengan dukungan penuh dari TNI AU, BMKG, serta BPBD Provinsi Sumatra Selatan.

Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB di wilayah Sumaters Selatan pada Selasa (4/8). Operasi dikendalikan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Foto: BNPB
Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa, 4 Agustus 2026, pesawat penyemai berhasil melakukan satu sorti penerbangan dengan menyebar 1.000 kilogram bahan semai di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Penyemaian garam (NaCl) menggunakan pesawat berbadan tetap tersebut terbukti efektif memicu turunnya hujan berintensitas ringan di area terdampak.
"Selanjutnya pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian diimbau meningkatkan sinergi dan pencegahan dini agar tidak melakukan pembakaran lahan," kata Suharyanto.