Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Anadolu Agency)
Menlu Iran Bahas Keamanan Kawasan dengan Para Pimpinan Irak di Baghdad
Willy Haryono • 29 June 2026 14:41
Baghdad: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin Irak dalam kunjungan resminya ke Baghdad pada Minggu, 28 Juni 2026.
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral serta upaya membangun sistem keamanan kolektif di kawasan Asia Barat.
Araghchi bertemu Presiden Irak Nezar Amidi, Ketua Parlemen Hebat al-Halbousi, Penasihat Keamanan Nasional Qasim al-Araji, serta Perdana Menteri Ali al-Zaidi. Ia juga menyampaikan salam dari Pemimpin Iran Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian serta mengucapkan selamat atas terbentuknya pemerintahan baru Irak.
Dalam pertemuan dengan Presiden Amidi, kedua negara membahas kerja sama di bidang politik, ekonomi, keamanan, dan kebudayaan. Araghchi juga menjelaskan isi Memorandum Saling Pengertian (MoU) Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat yang mengakhiri perang terhadap Iran, seraya menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut oleh Amerika Serikat dan Israel menghambat upaya pemulihan stabilitas kawasan.
Presiden Amidi kembali menegaskan dukungan Irak terhadap rakyat Iran dalam menghadapi agresi asing. Ia juga menekankan pentingnya sinergi negara-negara kawasan untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Asia Barat.
Serukan Penguatan Diplomasi Parlemen
Dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Hebat al-Halbousi, Araghchi menyatakan kesiapan Iran memperluas hubungan bilateral, termasuk melalui diplomasi parlemen dan kerja sama antarlembaga legislatif kedua negara. Ia juga mengajak kedua pihak meningkatkan koordinasi demi mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.Araghchi memaparkan pandangan Iran mengenai perkembangan keamanan regional dan berharap negara-negara di kawasan membangun sistem keamanan bersama yang didasarkan pada kepercayaan dan kerja sama. Kedua pihak turut bertukar pandangan mengenai hubungan Iran-Irak serta perkembangan regional dan internasional, termasuk kesepakatan terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam pembicaraan dengan Penasihat Keamanan Nasional Qasim al-Araji, Araghchi membahas kerja sama keamanan perbatasan serta implementasi perjanjian keamanan kedua negara untuk mencegah dan memerangi terorisme. Al-Araji menyebut dukungan Iran dalam memerangi kelompok Daesh dan terorisme sebagai bantuan yang tidak akan dilupakan, sekaligus mengenang Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis.
Araghchi menjelaskan perkembangan keamanan kawasan pasca-MoU dan menilai agresi militer Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran merupakan ancaman bagi seluruh kawasan.
"Iran siap berdialog dengan negara-negara pesisir Teluk Persia untuk membangun mekanisme keamanan kolektif yang berasal dari kawasan sendiri, berbasis konsensus, dan bebas dari campur tangan militer asing," ucap Araghchi, dikutip dari media Press TV, Senin, 29 Juni 2026.
Terkait Selat Hormuz, Araghchi menyatakan Iran akan menjalankan tanggung jawabnya sesuai ketentuan MoU, melanjutkan kerja sama dengan Oman sebagai sesama negara pesisir, serta memperluas dialog dengan negara-negara kawasan lainnya. Ia menegaskan pengelolaan keamanan jalur pelayaran tersebut harus dilakukan melalui kerja sama regional.
MoU Islamabad yang ditandatangani pada 18 Juni 2026 mengakhiri perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Kesepakatan 14 poin itu mencakup penghentian permanen operasi militer di seluruh front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Meski demikian, Iran menilai Israel masih melakukan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon selatan dan Amerika Serikat tetap mengancam Iran dengan kemungkinan agresi baru. Teheran menegaskan pelaksanaan penuh MoU, khususnya penghentian permusuhan di Lebanon, menjadi syarat utama tercapainya kesepakatan akhir.
Kunjungan Araghchi ke Baghdad merupakan bagian dari upaya diplomatik Iran untuk membangun arsitektur keamanan baru di Asia Barat yang bertumpu pada kerja sama antarnegara kawasan, bukan intervensi militer asing.
Sebelum menutup kunjungannya, Araghchi juga bertemu Perdana Menteri Ali al-Zaidi yang menegaskan dukungan Irak terhadap dialog dan diplomasi sebagai jalan untuk mengakhiri konflik serta mewujudkan stabilitas regional. (Keysa Qanita)
Baca juga: Terjepit Konflik AS-Iran, Irak Buka Peluang Beraliansi dengan Rusia