Forum peluncuran laporan kesehatan terbaru yang diterbitkan EU-ASEAN Business Council di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Kemitraan Pemerintah-Swasta Didorong untuk Penguatan Ketahanan Gizi dan Kesehatan
Whisnu Mardiansyah • 3 July 2026 19:51
Jakarta: Para pemimpin bisnis Eropa menyerukan penguatan kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta guna mempercepat upaya peningkatan ketahanan gizi, mendorong pola hidup sehat, serta memperluas akses terhadap layanan kesehatan preventif di ASEAN. Seruan tersebut disampaikan dalam forum peluncuran laporan kesehatan terbaru yang diterbitkan EU-ASEAN Business Council di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Forum tersebut menghadirkan pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk membahas langkah bersama dalam mendukung agenda kesehatan nasional dan perluasan akses pangan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Laporan bertajuk "Health, Nutrition & Lifestyle: Boosting ASEAN's Health and Economic Resilience Through a Life-Course Framework" menyoroti pentingnya pendekatan kebijakan berbasis siklus kehidupan untuk memperkuat ketahanan kesehatan dan ekonomi kawasan.
Laporan ini menggarisbawahi tiga pilar strategis utama, yakni ketahanan gizi, penerapan gaya hidup sehat, dan penguatan praktik perawatan mandiri sebagai fondasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif.
Kesehatan preventif diposisikan sebagai investasi strategis yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan beban pembiayaan kesehatan, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta penguatan daya saing ekonomi ASEAN dalam jangka panjang.
Peluncuran laporan ini berlangsung seiring dengan komitmen Indonesia dalam memperkuat agenda kesehatan dan gizi nasional. Salah satu inisiatif utama yang tengah dijalankan adalah program MBG yang telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Upaya tersebut juga didukung oleh berbagai program pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting, memperkuat layanan kesehatan preventif, serta meningkatkan ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Direktur Eksekutif EU-ASEAN Business Council, Chris Humphrey, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk menerjemahkan ambisi kebijakan menjadi hasil yang terukur. Katanya, upaya Indonesia untuk meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, mulai dari inisiatif berskala besar seperti program MBG hingga berbagai upaya penurunan stunting, menunjukkan bahwa prioritas yang ditetapkan sudah berada di jalur yang tepat.
"Tantangan utamanya kini adalah memastikan implementasi berbagai program tersebut dapat berjalan secara efektif dalam skala yang luas. Seiring dengan langkah Indonesia dalam menjalankan berbagai inisiatif gizi yang ambisius seperti MBG, kolaborasi multipihak akan menjadi kunci untuk menerjemahkan ambisi kebijakan menjadi hasil yang terukur," ungkap Chris Humphrey.
Chris menambahkan bukti dalam laporan ini menunjukkan berbagai langkah praktis yang dapat dilakukan industri untuk mendukung pola makan yang lebih sehat mulai dari reformulasi dan fortifikasi produk, penyediaan informasi gizi yang lebih jelas, hingga penguatan rantai pasok.
"Perusahaan-perusahaan Eropa siap membawa pengalaman tersebut untuk mendukung agenda gizi dan kesehatan preventif Indonesia," lanjut Chris.
Laporan kesehatan ASEAN yang disusun EU-ABC memuat 29 rekomendasi utama mengenai bagaimana pemerintah dan sektor industri dapat bekerja sama untuk meningkatkan hasil gizi masyarakat, memperkuat upaya kesehatan preventif, serta membangun sistem konsumsi yang lebih berkelanjutan dan sirkular dengan mengacu pada pengalaman dari Eropa maupun kawasan ASEAN.
Sri Ridha Hasanah dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa tujuan kesehatan masyarakat dan pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan.
"Jika kita memiliki tujuan kesehatan masyarakat yang sama, maka selalu ada ruang untuk berkolaborasi. Kami tidak memandang pertumbuhan ekonomi dan kesehatan masyarakat sebagai dua hal yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik," papar Sri Ridha Hasanah.
EU-ASEAN Business Council menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi mitra konstruktif dan berjangka panjang bagi Indonesia dan kawasan ASEAN. Melalui dialog, keahlian, serta investasi, EU-ABC berkomitmen mendukung pelaksanaan prioritas nasional di bidang gizi dan kesehatan preventif secara efektif, aman, dan berkelanjutan.